Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa
Advertisement . Scroll to see content

3 Fakta Teks Sumpah Pemuda yang Ternyata Sudah Disusun Sejak 1926

Minggu, 23 Oktober 2022 - 14:17:00 WIB
3 Fakta Teks Sumpah Pemuda yang Ternyata Sudah Disusun Sejak 1926
Peristiwa Sumpah Pemuda (Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Peristiwa Sumpah Pemuda adalah bagian sejarah yang tidak boleh dilupakan masyarakat Indonesia. Pada momen di tahun 1928 inilah para pemuda berhasil bersatu untuk menyamakan visi dan masa dalam rangka merebut kemerdekaan Indonesia melalui sebuah sumpah.

Fakta Teks Sumpah Pemuda yang Sudah Disusun sejak Tahun 1926

  • Berawal dari Kongres Pemuda I

Lahirnya teks Sumpah Pemuda berasal dari Kongres Pemuda II yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPPI) pada 27-28 Oktober 1928. Ternyata, sebelum dilakukannya Kongres Pemuda II, PPPI terlebih dahulu menggelar Kongres Pemuda I pada 30 April sampai 2 Mei 1926.

Tujuan awalnya adalah untuk mempersatukan organisasi pemuda di Tanah Air yang keberadaannya cukup menjamur. Dalam Kongres Pemuda I, salah satu pemuda yang bernama Mohammad Yamin menyampaikan mengenai kemungkinan penggunaan bahasa dan kesusastraan Indonesia di kemudian hari.

Melansir laman Kemendikbud, Mohammad Yamin kemudian menyarankan agar bahasa Melayu dianggap sebagai bahasa Indonesia. Pemikiran-pemikiran itu yang kemudian dirumuskan sebagai naskah Sumpah Pemuda, dua tahun setelah kongres tersebut berlangsung.

  • Tidak Ada Kata ‘Sumpah’ di Naskah Aslinya

Teks  Sumpah Pemuda yang dihasilkan dalam Kongres Pemuda II di gedung Indonesische Clubhuis Kramat berbunyi: Pertama, kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kedua, kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia. Ketiga, kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Ternyata, naskah tersebut awalnya bukanlah bernama Sumpah Pemuda, melainkan ‘Putusan Kongres Pemuda-pemuda Indonesia’. Kata ‘Sumpah’ sendiri muncul usai kemerdekaan Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar dapat lebih mengingat persatuan masyarakat Indonesia, terutama bagi para pemuda.
 
Dalam Kongres Pemuda II ini, lagu Indonesia Raya diperdengarkan untuk pertama kalinya. Lagu karya WR Supratman ini terpaksa harus dimainkan tanpa syair. Sebab, kongres kala itu dijaga ketat oleh kepolisian Belanda. Banyak peserta kongres yang khawatir akan terjadi konflik apabila pihak Belanda mendengar kata ‘Indonesia’ dan ‘merdeka’ dalam lagu tersebut.

  • Jadi Semangat Baru Pemuda di Tanah Air

Dengan adanya teks Sumpah Pemuda tersebut, semangat para pemuda di Tanah Air lebih membara lagi untuk menggalang persatuan, demi mencapai kemerdekaan. Usai isi naskah diikrarkan, pemuda dari seluruh penjuru Nusantara memiliki semangat kebersamaan dalam perjuangan melawan penjajah. Hingga akhirnya, Indonesia berhasil merdeka pada 17 Agustus 1945, juga atas desakan pemuda.

Satu hal lagi yang wajib diketahui adalah, naskah Sumpah Pemuda ini ditulis oleh 1 orang, yakni Mohammad Yamin yang saat itu dipercaya sebagai sekretaris kongres. Ia memiliki tugas menyusun serta meramu hasil diskusi peserta.

Mohammad Yamin tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan tugasnya. Teks Sumpah Pemuda tersebut kemudian ia serahkan ke Soegondo Djojopoespito selaku kepala kongres untuk dibacakan.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut