4 Alasan Menkes Budi Jadi Calon Kuat Bos WHO, Nomor 3 Mengejutkan!
3. Modernisasi Digital Kesehatan
Salah satu poin yang disorot adalah percepatan digitalisasi layanan kesehatan Indonesia. Penguatan infrastruktur kesehatan digital dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akses layanan.
Di era pascapandemi, 'digital health' menjadi agenda penting global. Pengalaman ini dinilai relevan dengan arah kebijakan WHO ke depan yang semakin menekankan integrasi teknologi dalam sistem kesehatan.
4. Potensi Menjembatani Kepentingan Global
WHO saat ini menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks, termasuk hubungan dengan negara-negara donor utama dan negara berkembang. Budi dinilai memiliki posisi strategis sebagai representasi negara berkembang dengan ekonomi besar.
Dia disebut berpotensi menjembatani kepentingan negara-negara Global South dan Eropa dalam isu reformasi fiskal dan transparansi. Selain itu, figur teknokrat seperti Menkes Budi dinilai dapat membantu menjaga stabilitas hubungan dengan negara-negara mitra utama WHO.