4 Orang Gugur saat Padamkan Karhutla Bromo, DPR: Evaluasi Prosedur Keselamatan!
JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi VIII DPR Dini Rahmania merespons meninggalnya empat petugas yang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dia menilai, perlu ada evaluasi sistem komando hingga prosedur keselamatan.
Dini prihatin keempatnya gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Baginya, keempat nyawa yang hilang tidak boleh dianggap sebagai risiko penanganan bencana.
"Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, kesiapan peralatan, serta prosedur keselamatan petugas dan relawan di lapangan," kata Dini dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II ini juga mendesak instansi terkait mengambil langkah penanganan yang lebih cepat, terukur dan terkoordinasi.
Dia memperingatkan, jangan sampai keterbatasan sarana, lemahnya antisipasi atau keterlambatan penanganan kembali membahayakan mereka yang berada di garis depan. Hal ini berlaku untuk semua penanganan bencana yang ada di Indonesia.
"Saya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, pemetaan risiko dan mekanisme penyelamatan darurat. Jika ditemukan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, harus ada pertanggungjawaban yang jelas," katanya.
Dini mengingatkan, pemerintah wajib memastikan santunan, pemenuhan hak keluarga korban meninggal dunia, serta perawatan dan pemulihan terbaik bagi korban luka.
"Keberanian petugas atau relawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan mereka. Mereka berada di garis depan untuk melindungi kita, maka negara harus hadir melindungi mereka. Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang karena lemahnya kesiapsiagaan dan perlindungan di lapangan," kata Dini.
Sebelumnya, empat korban yang tewas atas nama Sukaris, Operator layanan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS. Lalu, Hendra Rony Wagiyanata, Petugas Balai Besar TNBTS (meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis karena luka bakar).
Kemudian, Wisnu Yuda Pratama, petugas sekuriti hotel. Serta Sefriel Ardiansyah, petugas sekuriti hotel sekaligus atlet panjat tebing. Selain korban tewas, ada sejumlah orang yang menderita luka bakar.
Editor: Reza Fajri