5 Berita Terpopuler: Ribuan Peluru Ditemukan di Bandung hingga 7 Mayat Bayi dalam Kotak Makan Mahasiswi

Tika Vidya Utami ยท Kamis, 09 Juni 2022 - 09:30:00 WIB
5 Berita Terpopuler: Ribuan Peluru Ditemukan di Bandung hingga 7 Mayat Bayi dalam Kotak Makan Mahasiswi
Peluru, dan senpi laras panjang yang ditemukan dalam gedung tua di simpang 5, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (FOTO: iNews/ERVAN DAVID)

JAKARTA, iNews.id - Ribuan butir peluru kaliber 9 dan 7,62 milimeter (mm) ditemukan dalam gedung tua di Simpang 5 Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pada Senin (6/6/2022). Ribuan butir peluru diduga diproduksi oleh dua perusahaan. Peluru 7,62 mm diproduksi oleh Gerend, sedangkan 9 mm diproduksi perusahaan dalam negeri.

Berita terpopuler lainnya adalah tujuh mayat bayi ditemukan dalam kotak makan mahasiswi.

Berikut rangkuman berita terpopuler pada Kamis (9/6/2022):

1. Ribuan Peluru Ditemukan di Jalan Asia Afrika Bandung

Pada Senin (6/6/2022), ribuan butir peluru kaliber 9 dan 7,62 milimeter (mm) ditemukan dalam gedung tua di Simpang 5 Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Ribuan butir peluru diduga diproduksi oleh dua perusahaan. Peluru 7,62 mm diproduksi oleh Gerend, sedangkan 9 mm diproduksi perusahaan dalam negeri. Peluru 9 mm dengan logo perusahaan dalam negeri ini diproduksi pada 1993. Selain itu, diamankan juga senjata api AK 47 buatan Rusia. Lalu ditemukan satu dus detonator serta satu kotak dinamit.

Penemuan bahan peledak dan senjata api berawal ketika pemilik bangunan berinisial DKH meminta pekerja membersihkan gedung di Jalan Asia Afrika Nomor 156, Kota Bandung karena gedung tersebut sedang direnovasi. Ketika dibersihkan, pekerja menemukan benda mencurigakan di rak lemari bagian belakang serta gudang ruangan tengah. Pemilik gedung melaporkan temuan itu adalah anggota TNI yang kemudian melapor ke anggota Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk diperiksa.

Usai diperiksa oleh anggota BNPT, benda-benda itu dipastikan bahan peledak dan senjata api. Kemudian, anggota BNPT berkoordinasi dengan Unit 2 Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Jabar. Kasus penemuan bahan peledak dan senjata api pun terkuak ke publik. Polda Jabar tengah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap siapa pemiliknya.

2. Sultan Brunei Reshuffle Kabinet, Pertama Kali Tunjuk Menteri Perempuan

Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah merombak kabinet pada Selasa (7/6/2022). Pertama kalinya, Sultan Hassanal memasukkan perempuan dalam jajaran menteri. Diketahui, masa jabatan kabinet berakhir pada 2023. Dalam pidatonya di televisi, Sultan Hassanal Bolkiah mengatakan kabinet baru akan menjabat untuk jabatan 4 tahun.

Perempuan yang ditunjuk masuk kabinet adalah Romaizah. Romaizah menduduki posisi menteri  pendidikan. Menteri-menteri senior mundur dari pemerintahan, seperti Menteri Dalam Negeri Awang Abu Bakar, Menteri Sumber Daya dan Pariwisata Ali, dan Menteri Pembangunan Suhaimi. Sultan Hassanl Bolkiah masih menduduki posisi teratas pemerintah sebagai perdana menteri sekaligus menjabat menteri luar negeri, menteri pertahanan, serta menteri keuangan dan perekonomian.

Seorang pengamat mengatakan, perombakan kabinet bertujuan untuk menyuntikkan semangat serta energi baru ke pemerintah sambil menjaga stabilitas di dalam dan luar negeri. 

3. Bahlil Lahadalia: Negara Tetangga Belum Ikhlas Indonesia Jadi Negara Industrialis Baterai Mobil Listrik

Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi LG di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang Rp 142 triliun akan mendorong industri baterai mobil listrik terintegrasi, sehingga tujuan Indonesia menjadi produsen utama baterai mobil listrik di dunia akan tercapai. Menurut Bahlil, banyak negara tetangga yang belum ikhlas jika hal itu terjadi. Hal tersebut diungkapkannya dalam Seremoni Implementasi Rencana Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di KIT Batang, Rabu (8/6/2022).

Investasi LG di KIT Batang adalah untuk membangun pabrik komponen baterai listrik. Proyek ini akan menyerap 20.000 tenaga kerja serta menambah nilai ekonomi USD5,8 miliar. Sejak digarap pada 2021, KIT Batang sudah diminati oleh berbagai perusahaan. Pada tahap pertama, lahan 450 hektare telah terjual. Lalu pada tahap kedua, lahan seluas 1.000 hektare juga dipenuhi beberapa perusahan yang akan membangun pabrik.

Editor : Reza Fajri

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda