Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Hasil Pertemuan BEI-OJK dengan MSCI usai IHSG Rontok
Advertisement . Scroll to see content

5 Fakta Mundurnya Dirut BEI: Kesalahan Fatal hingga IHSG Trading Halt

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:00:00 WIB
5 Fakta Mundurnya Dirut BEI: Kesalahan Fatal hingga IHSG Trading Halt
Ilustrasi fakta-fakta Dirut BEI mundur usai IHSG anjlok 2 hari berturut-turut. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memutuskan untuk mundur dari posisinya pada Jumat (30/1/2026). Hal itu buntut dari diri usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok dua hari berturut-turut.

Anjloknya IHSG bahkan membuat perdagangan dihentikan sementara atau trading halt beberapa kali. Lantas, apa fakta-fakta dari mundurnya bos BEI tersebut?

Fakta-Fakta Mundurnya Bos Bursa

  • 1. Alasan Bos Bursa Mundur

Iman mengatakan, pengunduran diri ini bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi belakangan di pasar, yakni anjloknya IHSG dari level 9.000-an pada pertengahan Januari, menjadi di level 8.000-an pada akhir Januari.

"Saya sebagai Direktur Utama dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi 2 hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujarnya di Gedung BEI, Jumat (30/1/2026).

  • 2.  Penyebab IHSG Anjlok

Diketahui, penyebab pelemahan IHSG dipicu oleh keputusan MSCI yang membekukan sementara penilaian terhadap saham-saham Indonesia. Pembekuan tersebut terkait dengan isu free float serta transparansi kepemilikan saham di pasar domestik.

Menurut Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, kondisi ini memicu aksi jual yang cukup besar, terutama pada saham-saham konglomerasi dan blue chip. Meski demikian, ia menegaskan bahwa koreksi tajam IHSG bukan disebabkan oleh pelemahan fundamental ekonomi Indonesia.

"Penurunan ini bukan dari fundamental Indonesia tapi dari luar. Ini kesempatan, tapi juga aware dan ukur risk profile kita sendiri," ujar David dalam keterangannya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut