Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menko Airlangga Pastikan Tarif Resiprokal RI-AS Turun Jadi 15 Persen
Advertisement . Scroll to see content

5 Hal yang Sering Terjadi saat Jemaah Haji Tiba di Bandara AMAA Madinah 

Senin, 29 Mei 2023 - 06:57:00 WIB
5 Hal yang Sering Terjadi saat Jemaah Haji Tiba di Bandara AMAA Madinah 
25.292 jemaah haji Indonesia tiba di Madinah yang berasal dari 14 embarkasi. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Ada kasus paapor tidak ada di tas jemaah tapi ternyata terbawa istri, suami atau keluarga. Tapi ada juga yang benar benar hilang. Padahal jemaah tidak bisa ke luar dari Bandara. Untuk kasus seperti ini, PPIH akan menerbitkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). 

2. Koper Dibongkar

Kejadian koper dibongkar petugas juga sering. Biasanya karena petugas melihat ada barang bawaan yang berlebihan atau mencurigakan. Seperti bumbu dapur yang berlebihan, obat atau rokok. 

Bahkan ada kasus jemaah membawa beras dikira sabu. Kasus seperti ini relatif mudah diselesaikan setelah ada penjelasan dari daker bandara dibantu penghubung. 

3.  Terpisah dari Rombongan

Ini kasus banyak terjadi karena proses imigrasi yang terjadi bandara. Jemaah juga tidak boleh menunggu dan harus terus berjalan menuju terminal. Ini membuat jemaah kadang terpisah. 

Kadang juga mereka terpisah karena jumlah satu bus sudah terpenuhi sehingga harus pisah. Tapi petugas meyakinkan dg mengatakan bahwa jemaah dalam satu kloter berada di hotel yang sama dan akan bertemu di hotel. 

4. Dehidrasi saat  Pendaratan

Dengan range usia yang tanpa batasan membuat tidak semua fisik jemaah dalam kondisi prima. Akibatnya seusai mendarat tidak sedikit jemaah yang tampak kepayahan. 

Sebagian besar karena dehidrasi. Dampak dehidrasi membuat jemaah pusing dan tensi darah meninggi. Di sini tim dokter akan membagikan oralit, melakukan pengecekan tensi dan memberikan obat jika diperlukan. 

5. Jemaah Tak Bisa Naik Tangga Bus

Momen ini cukup banyak terlihat di setiap kloter kedatangan Jemaah haji. Keputusan membuka keran jemaah lansia tanpa batasan maksimal umur menjadi tantangan serius.

Selain sigap dan ramah dalam memberikan pelayanan, petugas juga harus memberikan pundak dan punggung mereka untuk menggendong jemaah yang tidak bisa menaiki tangga bus.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut