58 Persen Pasien Omicron di Indonesia Tanpa Gejala, Satgas Sebut Kemungkinan Sembuh Besar

Raka Dwi Novianto ยท Kamis, 27 Januari 2022 - 18:12:00 WIB
58 Persen Pasien Omicron di Indonesia Tanpa Gejala, Satgas Sebut Kemungkinan Sembuh Besar
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa 58 persen pasien Covid-19 varian Omicron di Indonesia tidak memiliki gejala atau asimtomatik. Sedangkan 37 persen lainnya bergejala ringan.

"Kabar baiknya di Indonesia sendiri 58 persen dari total kasus Omicron yang terdeteksi menunjukkan gejala asimtomatik atau tanpa gejala dan 37 persen memiliki gejala ringan," kata Wiku dikutip dari siaran Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (27/1/2022).

Lebih lanjut, Wiku memaparkan bahwa pasien tanpa gejala memiliki kemungkinan besar untuk sembuh dari Covid-19 varian Omicron. "Seperti kita yang ketahui bahwa pasien tanpa gejala dan gejala ringan memiliki kemungkinan untuk sembuh yang lebih besar," jelas dia.

Hal itu, kata Wiku, terbukti dengan perkembangan kesembuhan di mana terdapat 96 persen pasien Omicron sembuh yang telah dirawat di RSDC Wisma Atlet dan 88 persen pasien Omicron di rumah sakit rujukan.

"Ini adalah angka yang sangat tinggi dan perlu untuk terus dipertahankan," ungkap Wiku.

Wiku mengatakan bahwa kasus omicron di Indonesia didominasi pelaku perjalanan luar negeri, yaitu sebesar 63 persen. Hal itu karena meningkatnya jumlah kedatangan internasional dari berbagai pintu negara akhir-akhir ini.

Tak lupa, Wiku mengingatkan bahwa kasus transmisi lokal juga sudah terjadi walaupun memiliki angka persentase yang rendah, yakni 23 persen. Ia pun meminta masyarakat tetap waspada.

"Namun perlu kita waspadai kasus Omicron juga sudah terdeteksi pada transmisi lokal meskipun angkanya persentasenya masih rendah yaitu 23 persen dari total kasus Omicron yang terdeteksi," tutur dia.

Diketahui, varian Omicron pertama kali terdeteksi di Indonesia pada 16 Desember 2021 tahun lalu. Dalam kurun waktu 6 minggu, varian ini sudah terdeteksi meningkat menjadi 1.766 kasus.

Editor : Puti Aini Yasmin

Bagikan Artikel: