7 Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam, Lengkap dengan Struktur dan Penjelasannya
Tsunami dapat menimbulkan kerusakan yang signifikan, terutama di daerah pesisir. Tsunami dapat menyebabkan banjir, kerusakan bangunan, dan kematian.
Angin puting beliung adalah angin kencang yang berputar dengan kecepatan hingga 300 kilometer per jam. Angin puting beliung dapat terjadi di mana saja, tetapi lebih sering terjadi di daerah yang beriklim tropis.
Angin puting beliung dapat terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan dalam waktu singkat. Angin puting beliung dapat menyebabkan pohon tumbang, rumah rusak, dan bahkan kematian.
Banjir adalah peristiwa meluapnya air sungai atau danau yang menggenangi daratan. Banjir dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk hujan yang lebat, pasang air laut, dan kerusakan bendungan.
Banjir dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan, terutama di daerah yang rendah dan dataran banjir. Banjir dapat menyebabkan banjir, kerusakan bangunan, dan kematian.
Kebakaran hutan adalah peristiwa terbakarnya hutan secara luas. Kebakaran hutan dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk faktor alam, seperti sambaran petir, dan faktor manusia, seperti kelalaian atau kesengajaan.
Kebakaran hutan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan, terutama bagi ekosistem hutan. Kebakaran hutan dapat menyebabkan kepunahan berbagai jenis tumbuhan dan hewan, serta kerusakan lingkungan.
Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi dan lautan. Pemanasan global disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia.
Pemanasan global dapat menyebabkan berbagai dampak, termasuk kenaikan permukaan laut, perubahan iklim, dan kepunahan berbagai jenis tumbuhan dan hewan.
Erosi adalah proses pengikisan tanah oleh air, angin, atau es. Erosi dapat menyebabkan kerusakan tanah dan lahan pertanian. Erosi juga dapat menyebabkan banjir dan longsor.
Erosi dapat dicegah dengan berbagai cara, termasuk penanaman hutan, konservasi tanah, dan pembangunan bendungan
Editor: Johnny Johan Sompotan