7 Pernyataan Sikap Remaja Masjid soal Pembakaran Bendera di Garut

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 25 Oktober 2018 - 06:39:00 WIB
7 Pernyataan Sikap Remaja Masjid soal Pembakaran Bendera di Garut
Perwakilan organisasi pemuda dan remaja masjid menyampaikan pernyataan sikap soal aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Rabu (24/10/2018). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNews.id – Sejumlah organisasi pemuda dan remaja masjid menyikapi aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum anggota Banser dalam apel hari santri di Garut, Jawa Barat, Senin (22/10/2018). Kasus ini hendaknya diserahkan kepada kepolisian dan seluruh masyarakat tak reaktif.

Ketua Umum Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) Muhammad Atras Mafazi mengingatkan, sebagai upaya untuk menjaga ketenangan, segala aktivitas yang ada di masjid agar netral tidak ditunggangi oleh kepentingan politik.

"Di tahun politik ini, jangan sampai hal-hal yang seperti itu memecah umat, menjadi bumerang untuk umat Islam," kata Atras di Majid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2018).

Hadir dalam acara ini beberapa perwakilan organisasi pemuda dan remaja masjid, di antaranya Pemuda Masjid Agung Al-Azhar, ISYEF, Al-Azhar Youth Leader Institute (AYLI) Indonesia, Youth Islamic Study Club (YISC) Masjid Al-Azhar, Remaja Islam Sunda Kelapa (Riska), Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI), Remaja Islam Cut Meutia (Ricma), dan Pemuda Remaja Islam Masjid Al Amin (Prisma).

Atras meminta agar masyarakat tidak terpancing dan mempercayakan kasus tersebut ditangani pihak kepolisian. "Walaupun permintaan maaf telah dilakukan tetapi proses hukum harus tetap diselesaikan oleh polisi," ujar dia.

Terdapat tujuh poin pernyataan sikap yang disampaikan pada sikap pemuda dan remaja masjid, yakni:

1. Mengecam tidak berlebihan oleh oknum yang membakar serta ikat kepala bertuliskan kalimat tauhid di Limbangan Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10/2018).

2. Tindakan pembakaran simbol organisasi yang disebut belum lama ini dibubarkan justru memicu dinamika yang akan merugikan umat Islam sendiri.

3. Oknum serta organisasi yang melakukan pembakaran perlu meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam atas kejadian tersebut.

4. Menyeru dan mengajak kepada pemuda remaja masjid Indonesia untuk kembali ke masjid, mendalami ajaran agama Islam memuliakan serta menghormati simbol-simbol agama.

5. Menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian untuk menindak pelaku atau oknum tersebut sesuai hukum yang berlaku.

6. Senantiasa menjaga suasana aman dan damai serta saling menghormati antar-rakyat Indonesia.

7. Mengimbau umat Islam untuk tetap tenang dan tidak melakukan perilaku yang mencoreng kemuliaan Islam.

Editor : Zen Teguh

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:





Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda