8 Macam Rumah Adat di Papua, dari Honai sampai Rumah Pohon

Ami Heppy S ยท Sabtu, 28 Mei 2022 - 00:06:00 WIB
8 Macam Rumah Adat di Papua, dari Honai sampai Rumah Pohon
Rumah Adat di Papua (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Tak hanya rumah adat Honai, Papua memiliki sejumlah rumah adat lainnya. Rumah adat di Papua dimiliki oleh masing-masing suku yang mendiami provinsi paling timur Indonesia ini.

Hal tersebut menyebabkan rumah adat di Papua memiliki karakteristik dan bentuk yang beragam.

Berikut ini 8 macam rumah adat di Papua, mulai dari Honai sampai Rumah Pohon.

Rumah Adat di Papua

1. Rumah Honai

Honai merupakan salah satu rumah adat Papua yang sudah banyak dikenal masyarakat luas. Honai berbentuk bundar dengan ketinggian sekitar 2,5 meter.

Honai merupakan tempat tinggal Suku Dani yang ada di Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya. Rumah Honai ini biasanya ditinggali oleh lima hingga sepuluh orang.  

2. Rumah Adat Ebei

Rumah Ebei memiliki bentuk yang sama dengan Honai. Hal yang membedakan keduanya adalah jika Honai ditempati oleh laki-laki, sedangkan Ebei ditempati oleh para perempuan.

Meski begitu, anak laki-laki yang belum beranjak dewasa diperbolehkan tinggal di dalam Ebei.


 
3. Rumah Adat Kariwari

Kariwari merupakan rumah adat di Papua yang dihuni oleh Suku Tobati-Enggros yang berada di tepi Danau Sentani, Jayapura.  Sama seperti Honai, Kariwari hanya boleh ditempati oleh laki-laki dengan usia minimal 12 tahun.

Dari segi bangunan, rumah Kariwari memiliki atap yang berbentuk limas segi delapan. Kemudian bangunannya terbuat dari bambu, kayu, besi, serta daun sagu hutan.


4. Rumah Adat Jew

Rumah Jew merupakan rumah adat Suku Asmat. Rumah ini berupa rumah panggung berbentuk persegi panjang. Uniknya, bangunan rumah sama sekali tidak menggunakan paku sebagai penghubung antar kayu. Sebagai gantinya, kayu-kayu tersebut dihubungkan menggunakan akar-akar rotan.

Rumah Jew hanya boleh ditinggali oleh laki-laki yang belum menikah. Anak laki-laki yang belum berusia sepuluh tahun dan perempuan tidak diperbolehkan masuk ke dalamnya.  Sehingga rumah ini juga dikenal sebagai rumah Bujang.

5. Rumah Adat Wamai

Rumah adat Wamai juga merupakan rumah adat Suku Dani. Meski begitu, Wamai tidak dibangun untuk ditinggali manusia, melainkan untuk hewan.
Suku Dani memfungsikan rumah Wamai ini sebagai kandang hewan ternak. 
Beberapa hewan yang sering dimasukkan ke dalam rumah Wamai adalah ayam, kambing, babi, dan anjing.

6. Rumah Adat Rumsram

Rumah adat Rumsram merupakan rumah adat Papua yang dibangun oleh Suku Biak Numfor di wilayah pantai utara Papua. Rumah ini juga hanya dikhususkan untuk para kaum laki-laki. Di rumah ini, laki-laki yang berusia enam hingga delapan tahun akan diberi pendidikan agar kelak mereka bisa menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab.

Untuk bangunannya, tinggi rumah ini mencapai enam sampai delapan meter dan terbagi menjadi dua lantai.  Lantai pertama merupakan tempat diselenggarakannya pendidikan Rumsram untuk laki-laki. Di lantai tersebut mereka bisa belajar dengan bebas karena ruangannya terbuka dan tanpa dinding pembatas.

7. Rumah Panggung

Rumah Panggung merupakan tempat tinggal Suku Maybrat, Imian, dan Sawiat yang berada di daerah pegunungan dan pesisir pantai. Permukiman dari suku tersebut mengikuti alur perbukitan, jalur jalan, dan aliran sungai dengan pola yang tersebar.

Sedangkan untuk di wilayah pesisir, memiliki pola mengikuti garis pantai.
Rumah Panggung ini memiliki bentuk persegi panjang dan terbagi dalam tiga bagian, yakni kepala, badan, dan kaki.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: