90 Persen Beras Fortifikasi Dijual Tak Sesuai Syarat, Kerugian Konsumen Ditaksir Rp89 Triliun
Amran menilai, manfaat dari rantai produksi beras masih lebih banyak dinikmati penggilingan padi skala besar. Dia menyebut dari produksi sekitar 65 juta ton gabah nasional, sekitar 51 juta ton atau 80 persen diserap sekitar 50 konglomerat.
"Namun yang paling banyak menikmati adalah unit penggilingan padi besar bernilai Rp259 triliun, di mana dari produksi 65 juta ton gabah nasional, sekitar 50 konglomerat menyerap 51 juta ton atau 80 persen sehingga penggilingan rakyat berkapasitas 116 juta ton menganggur dan hanya kebagian 11 juta ton," kata Amran.
Menurut Amran, kondisi tersebut juga dipengaruhi persaingan harga gabah antara perusahaan besar dan penggilingan rakyat. Dia mencontohkan korporasi besar dapat menawarkan harga Rp6.500 per kg ketika penggilingan kecil hanya mampu menawarkan Rp6.000 per kg.
Dia menegaskan, pemerintah akan mengambil tindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan penyelewengan dalam tata niaga pangan.
"Kerugian Rp89 triliun ini ditarik dari orang kecil dan dahsyatnya bisa menekan ekonomi kita, sehingga pemerintah harus tegas membela rakyat kecil agar kita bisa tumbuh bersama tanpa ada yang dizalimi," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama