90 Persen Beras Fortifikasi Dijual Tak Sesuai Syarat, Kerugian Konsumen Ditaksir Rp89 Triliun
Menurutnya, biaya penambahan vitamin sebenarnya hanya sekitar Rp1.000 per kilogram (kg). Namun, dia menyebut terdapat selisih harga yang rata-rata mencapai Rp22.000 per kg, dan pada kasus tertentu mencapai Rp44.100 per kg.
Dengan selisih tersebut, keuntungan yang diperoleh dari satu truk berkapasitas 10 ton disebut dapat mencapai Rp440 juta. Kementan menilai praktik tersebut merugikan konsumen karena produk dijual dengan harga jauh di atas nilai yang semestinya.
Amran mengatakan, peredaran beras fortifikasi bermasalah diduga menjadi pergeseran modus setelah pemerintah melakukan penindakan terhadap kasus beras premium sebelumnya.
Program pangan yang ditujukan untuk membantu mengatasi persoalan gizi disebut justru dimanfaatkan sebagai komoditas komersial dengan harga tinggi.
"Ini adalah jilid kedua setelah kasus beras premium tahun 2025 yang menjerat 102 tersangka dengan kerugian Rp98 triliun, dan sekarang bergeser ke fortifikasi yang tujuannya untuk ibu hamil, menyusui, serta pencegahan stunting tetapi malah dihargai Rp50.000 sehingga mustahil dibeli orang miskin," tuturnya.