Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengacara Roy Suryo Cs Yakin Kliennya Tak Ditahan, Singgung Firli Bahuri dan Silfester Matutina
Advertisement . Scroll to see content

Abraham Samad soal Firli Bahuri Tersangka: Ini Bukan Cicak Vs Buaya

Kamis, 23 November 2023 - 20:18:00 WIB
Abraham Samad soal Firli Bahuri Tersangka: Ini Bukan Cicak Vs Buaya
Abraham Samad menegaskan penetapan Firli Bahuri sebagai tersangka pemerasan ke SYL tak serupa dengan cicak vs buaya. (Foto: Nur Khabibi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menekankan penetapan Firli Bahuri sebagai tersangka pemerasan kepada eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) tak serupa dengan perseteruan KPK dengan Polri yang dianalogikan sebagai cicak vs buaya. Dia menegaskan, Firli bukan korban kriminalisasi.

"Sekarang bukan cicak buaya. Karena dulu beda konteksnya. Karena Firli itu betul-betul penjahat. Bukan korban dari kriminalisasi," kata Samad di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Dia mengatakan, cicak vs buaya terjadi saat dirinya dan sejumlah pimpinan lain membela KPK. Berbeda dengan yang menimpa Firli saat ini.

"Firli bukan korban dari kriminalisasi. Kalau dulu kita membela KPK karena KPK adalah korban kriminalisasi," katanya.

Dia mengatakan, Firli telah melakukan kejahatan berupa pemerasan, gratifikasi, dan penyuapan. Sehingga dia menolak apabila jerat hukum terhadap Firli diserupakan dengan peristiwa cicak vs buaya.

"Ini orang melakukan kejahatan. Kejahatan apa? Pemerasan, gratifikasi, dan penyuapan, karena itu beda konteksnya," ujarnya.

Diketahui, sejumlah mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Gedung Merah Putih KPK, Kamis (23/11/2023) sore. Beberapa di antaranya adalah pegawai yang dianggap tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tergabung dalam Indonesia Memanggil (IM57+) Institute.

Para eks pegawai KPK tergabung dalam IM57+ Institute yang hadir di antaranya Novel Baswedan, Yudi Purnomo Harahap, dan Harun Al Rasyid. Selain itu, ada pula dua eks pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Pantauan iNews.id, mereka tiba di pelataran Gedung Merah Putih KPK dengan membawa poster berlatar belakang warna merah bertuliskan, "Selamat atas penetapan Firli jadi tersangka."

Tak hanya itu, mereka juga melakukan aksi cukur gundul di halaman Gedung Merah Putih KPK. Abraham dan Novel mencukur habis rambutnya.

Mereka lantas melakukan potong tumpeng. Potongan pertama diberikan kepada Abraham Samad.

Sebelumnya, kuasa hukum Firli Bahuri, Ian Iskandar, mengatakan pihaknya akan melakukan perlawanan atas penetapan tersangka tersebut. Kendati demikian, dia tidak membeberkan secara rinci bentuk perlawanan hukum tersebut.

“Intinya kita akan melakukan perlawanan, itu saja,” kata Ian Iskandar saat dihubungi, Kamis (23/11/2023).

Pihaknya bakal mempelajari terlebih dulu apa yang menjadi pertimbangan atau dasar penyidik Polda Metro Jaya menetapkan kliennya sebagai tersangka.

Dia juga mengaku telah bertemu dan membahas persoalan tersebut dengan kliennya pasca-penetapan tersangka oleh Polda Metro Jaya.

“Kita akan pelajari dulu pertimbangannya apa ditetapkan tersangka. Kita pelajari dululah,” ujar Ian.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut