Abu Bakar Baa’syir Masih Mendekam di Lapas Gunung Sindur
Anggota tim penasihat hukum Ba'asyir, Guntur Fattahillah menegaskan bahwa kliennya memang tidak pernah meminta diajukan grasi atau pengurangan masa tahanan. "Ustaz tidak mau mengajukan grasi. Gak pernah ada permohonan grasi yang diajukan baik dari kuasa hukum, keluarga, ataupun dari ustaz pribadi," ujar Guntur dikonfirmasi Jumat (2/3/2018).
Dia menjelaskan bahwa Ba’syir tidak pernah merasa bersalah sehingga tak pernah mengajukan permohonan grasi. "Kita bingung dia gak mau. Tegasnya beliau sampaikan, saya hanya menjalankan keyakinan saya tentang agama islam," ucap Guntur mengulangi pernyataan Ba'asyir.
Seperti diketahui, pada 2004 Ba'asyir selaku pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) divonis 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena terkait peristiwa bom Bali dan bom Hotel JW Marriott.
Sementara pada 2011, dia kembali menerima vonis 15 tahun penjara dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh, pada 2010.
Editor: Zen Teguh