Ajak Kaum Muda Bersatu, JK: Indonesia Terbentuk di Atas Sikap Toleransi

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 29 Oktober 2019 - 21:32 WIB
Ajak Kaum Muda Bersatu, JK: Indonesia Terbentuk di Atas Sikap Toleransi

Wapres 2019-2014 Jusuf Kalla berpidato di acara peringatan Hari Sumpah Pemuda di kantor Lemhannas, Jakarta, Selasa (29/10/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia).

JAKARTA, iNews.id – Indonesia berdiri di atas sikap toleransi. Tanpa rasa ikhlas menerima perbedaan, Sang Saka Merah Putih tidak akan pernah berkibar di Bumi Nusantara yang majemuk.

Toleransi sebagai pondasi kehidupan berbangsa itu diingatkan Wakil Presiden 2019-2014 Jusuf Kalla (JK) saat memberikan pidato di peringatan Hari Sumpah Pemuda di kantor Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Selasa (29/10/2019) malam.

"Kita sudah membentuk bangsa dengan kesadaran kita ialah bertoleransi dengan yang lainnya. Ada suku yang besar, ada suku menengah dan kecil tetap merupakan bagian bangsa," kata JK.

Dia kemudian memberikan contoh para tokoh bangsa yang dahulu menentukan Bahasa Melayu menjadi bahasa resmi bangsa Indonesia. Keputusan ini mencerminkan rasa toleransi yang sangat besar.

Betapa tidak, pada saat itu Bahasa Melayu hanya digunakan segelintir orang. Sementara, kata dia, Bahasa Jawa sudah dikuasai oleh hampir setengah penduduk bangsa Indonesia. Namun, ada sikap toleransi yang diberikan para pendahulu dalam menentukan kebijakan yang hingga saat ini berjalan dengan baik.

"Para bapak bangsa memilih Bahasa Indonesia yang asalnya dari Bahasa Melayu yang hanya dipakai kurang lebih 15 persen penduduk pada waktu itu. Tidak memakai Bahasa Jawa yang sebenarnya dipakai lebih dari setengah penduduk Indonesia," ucapnya.

Keputusan bersejarah itu menunjukkan betapa Indonesia dibangun atas sikap toleran, selain keinginan kolektif untuk mencapai tujuan bersama.

Untuk itu, JK berharap para pemuda bangsa untuk bersatu dan meninggalkan konflik-konflik yang merugikan diri sendiri maupun bangsa. Dia meyakini jika semua bersama bergandengan tangan untuk kemajuan negara, cita-cita bangsa bisa diraih secara mudah.

"Sekarang ini mestinya bersatu untuk kemajuan, dan keadilan. karena itu maka kalau kita ingin berbicara tentang generasi muda yang memikirkan masa depan tentu ialah melaksakan hal-hal apa yang bisa mencapai tujuan berbangsa itu," kata dia.

Editor : Zen Teguh