Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dasco Apresiasi Terobosan Baru BI Perkuat Rupiah, Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang?

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:10:00 WIB
Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang?
Kurs rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni 2026 lalu, yang belum pernah terjadi sebelumnya. (Foto: Dok IMG)
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi ini perlu dicermati dengan baik. Indonesia sudah menyerah pada 8 Oktober 1997—rupiah sudah collapsed ketika mencapai Rp3.270 per dolar AS, atau terdepresiasi 34,5 persen. Jadi salah besar kalau beranggapan bahwa Indonesia ketika itu collapsed saat dolar mencapai Rp16.000.

Selanjutnya, ketika utang luar negeri tidak kunjung masuk setelah September 1997, kurs rupiah bergerak liar, mencapai Rp5.550 per dolar AS pada penutupan akhir Desember 1997, atau terdepresiasi 128 persen. Dalam waktu tiga minggu kemudian, rupiah merosot menjadi Rp15.175 per dolar AS pada 23 Januari 1998.

Anjloknya kurs rupiah pasca-September 1997 sudah tidak menjadi faktor penentu lagi, tetapi hanya sebagai efek bola salju. Indonesia sudah collapsed sejak 8 Oktober 1997 ketika rupiah mencapai Rp3.270 per dolar AS.

Belajar dari 1997, titik kritis dolar berada di sekitar 20 persen dan 35 persen. Dalam konteks hari ini, titik itu sekitar Rp20.000 dan Rp22.000 per dolar AS, terhadap kurs rupiah pada akhir tahun 2025 sebesar Rp16.500.

Melihat kondisi global yang masih tidak menentu, konflik Timur Tengah yang masih belum mereda, dan kebijakan ekonomi dalam negeri yang penuh ketidakpastian, kemungkinan besar aliran utang luar negeri masih seret. Setidaknya dalam satu bulan ke depan. Kurs rupiah tampaknya masih tertekan. Kurs rupiah bisa tembus Rp19.000 dalam dua minggu ke depan, dan Rp20.000 pada bulan depan bukan ilusi, kecuali pemerintah mendapat suntikan utang baru.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut