Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Polri Ajukan Perlindungan 6 Saksi ke LPSK
Advertisement . Scroll to see content

Amnesty Internasional Ungkap Indonesia Beli Alat Sadap Predator hingga Pegasus di Era Jokowi

Senin, 09 November 2026 - 02:00:00 WIB
Amnesty Internasional Ungkap Indonesia Beli Alat Sadap Predator hingga Pegasus di Era Jokowi
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengungkap pembelian teknologi penyadapan Predator, Pegasus, dan FinFisher berlangsung pada era pemerintahan Jokowi. (Foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengungkap pembelian sejumlah teknologi penyadapan oleh Indonesia berlangsung pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Berdasarkan catatan Amnesty, pengadaan alat tersebut terjadi sepanjang 2017 hingga 2023.

"Catatan Amnesty menunjukkan pembelian ini berlangsung sejak 2017 sampai 2023 maka penyadapan ini telah berlangsung sejak masa pemerintahan Joko Widodo," kata Usman Hamid dalam sebuah diskusi di Jakarta Timur, Minggu (8/11/2026).

Usman juga menyinggung pernyataan Jokowi pada 2023 di hadapan relawan Projo. Menurutnya, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Jokowi sebagai Presiden memanfaatkan informasi intelijen dari sejumlah institusi untuk kepentingan politik.

"Tidak usah jauh-jauh pembuktiannya. Pernyataan Presiden Joko Widodo pada 2023 di hadapan relawan Projo atau Pro Jokowi menunjukkan bahwa Jokowi sebagai Presiden memang menggunakan informasi-informasi intelijen, baik itu di kepolisian, di militer, maupun intelijen Badan Intelijen Negara (BIN), untuk tujuan-tujuan politik," katanya.

Usman menjelaskan, Amnesty International mulai menelusuri pengadaan teknologi penyadapan tersebut pada 2023. Hasil penelusuran yang ditemukan pada 2024 mengungkap Indonesia membeli tiga perangkat penyadapan, yakni Predator, Pegasus, dan FinFisher.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut