Ancaman Instabilitas Global, GP Ansor Serukan Dunia Bangun Keseimbangan Baru

Koran SINDO, Abdul Hakim ยท Rabu, 28 Oktober 2020 - 23:45:00 WIB
Ancaman Instabilitas Global, GP Ansor Serukan Dunia Bangun Keseimbangan Baru
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP AnsorYaqut Cholil Qoumas, dalam seminar internasional yang diadakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan PP GP Ansor. (Foto: Koran SINDO/Abdul Hakim)

JAKARTA, iNews.idGP Ansor menyerukan kepada dunia membangun keseimbangan baru untuk mengatasi berbagai masalah dan dinamika yang sangat memprihatinkan, bahkan mengarah kepada instabilitas global.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP AnsorYaqut Cholil Qoumas, dalam seminar internasional yang diadakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan PP GP Ansor bertajuk “Islam Rahmatan Lil Alamin, Pancasila and The Commission on Unalienable Rights: Preserving and Strengthening A Rules-Based Internasional Order In The 21st Century Founded Upon Shared Civilizational Values”, Rabu (28/10/2020) di Jakarta.

Gus Yaqut mengatakan, untuk menjamin perdamaian dan harmoni di tengah silang kepentingan yang tak terelakkan, keseimbangan baru itu harus mewujud dalam tatanan yang didasarkan atas aturan-aturan yang disepakati bersama (rules-based order).

Tatanan semacam itu, lanjut dia, pada gilirannya membutuhkan konsensus mengenai nilai-nilai keadaban bersama (shared civilizational values).

“GP Ansor melihat, wacana tentang Unalienable Rights (Hak-hak yang tidak dapat dicabut) yang dicetuskan oleh Sekretaris Pompeo sangat penting untuk dikembangkan sebagai salah satu unsur utama di dalam nilai-nilai keadaban bersama yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia,” ujar Gus Yaqut.

Menurut Gus Yaqut, bangsa Indonesia sebetulnya, bahkan sebelum adanya Deklarasi Universal tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) yang ditetapkan PBB pada 1948, telah menegaskan aspirasi untuk kesetaraan hak dan martabat di antara bangsa-bangsa dan individu-individu di dalam Pembukaan UUD 1945.

“Kalimat pertama Pembukaan Konstitusi Indonesia berbunyi, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” katanya.

Dia menjelaskan, sebagai bangsa yang sedari awal sadar terbentuk dari beragam suku, agama, ras, budaya dan bahasa, para pendiri bangsa Indonesia menggali nilai-nilai yang bersumber dari kemajemukan pandangan masyarakat, termasuk nilai-nilai Islam Rahmatan Lil ‘alamin, dan menyepakati Pancasila sebagai titik temu yang merekatkan dan mempersatukan  perbedaan-perbedaan tersebut.

“Pancasila memuat pengakuan terhadap hak asasi manusia, dan mengedepankan nilai-nilai untuk menjaga dan melindungi hak asasi manusia tersebut,” ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki