Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurun, BMKG Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca
Advertisement . Scroll to see content

Ancaman Sunyi Abu Vulkanik

Selasa, 08 September 2026 - 15:25:00 WIB
Ancaman Sunyi Abu Vulkanik
Salman Ibnu Hasky (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Peristiwa ini memicu reformasi besar-besaran dalam mitigasi dampak buruk bagi industri penerbangan yang melintas dekat area gunung berapi. Pengalaman City of Edinburgh, ketika mesin kembali menyala setelah pesawat keluar dari kepungan abu, kemudian menjadi pelajaran penting dalam menghadapi petaka abu vulkanik. Pilot diminta segera keluar dari kepungan abu dan turun ke ketinggian yang lebih rendah agar abu tidak beku dan menghambat kerja mesin pesawat.

Selain strategi taktis menghadapi abu vulkanik, dibentuk juga sebuah lembaga yang khusus memantau gunung api yang dilintasi penerbangan komersial. Temuan dan informasi dari lembaga ini kemudian menjadi navigasi bagi pesawat saat melintas di udara.

Insiden pesawat City of Edinburgh akibat abu Gunung Galunggung di Jawa Barat pada 1982 juga menjadi salah satu tonggak lahirnya sistem dan aturan ketat zona larangan terbang untuk menghindari awan abu vulkanik. Sistem inilah yang kemudian menjadi dasar pengambilan keputusan untuk menutup penerbangan di Eropa saat Gunung Api Eyjafjallajokull di Islandia meletus pada 2010.

Kala itu, aturan zero tolerance terhadap abu vulkanik membuat sekitar 100 ribu penerbangan batal dan sekitar 10 juta penumpang telantar karena tak bisa masuk atau keluar Eropa. Perusahaan penerbangan merugi, begitu pun pengelola bandara karena nihil aktivitas ritel. Peristiwa ini dianggap sebagai krisis penerbangan terbesar sejak Perang Dunia II.

Lalu, 44 tahun kemudian, 6 September 2026, krisis penerbangan paling parah terjadi di Indonesia akibat meletusnya Gunung Anak Krakatau. Letaknya yang berada di Selat Sunda membuat abu vulkanik mudah mencapai gerbang utama Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta. Setelah itu, menyusul delapan bandara ikut ditutup sementara. Ratusan ribu penumpang gagal terbang. Sebagian penumpang harus rela menginap di bandara demi kepastian jadwal penerbangan.

Satu hari berikutnya, Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara paling besar dan paling sibuk di Indonesia itu masih tutup untuk penerbangan, meski intensitas sebaran abu vulkanik mulai berkurang. Pemerintah dan otoritas lain tak ingin berjudi. Keselamatan penerbangan menjadi taruhan, meskipun hasil pantauan dan berbagai uji menunjukkan abu vulkanik benar-benar sudah berkurang.

Ceroboh sedikit, nyawa penumpang jadi taruhan. Tak ada yang ingin insiden City of Edinburgh kembali terjadi di langit Indonesia dengan wajah mematikan.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut