Andre Rosiade: Saya Tak Ikhlas Kampung Saya Diazab Allah

Felldy Utama ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 15:25 WIB
Andre Rosiade: Saya Tak Ikhlas Kampung Saya Diazab Allah

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Selasa (11/2/2020). (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id – Anggota DPR Andre Rosiade memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Partai (MKP) Gerindra di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2020). Pemanggilan itu terkait dengan tindakannya menggerebek pekerja seks komersial (PSK) online di Padang, Sumatera Barat.

Andre membawa sedikitnya 10 alat bukti. Dia pun mengaku siap memaparkan alasan di balik tindakannya tersebut.

Menurut dia, sejak menjadi anggota DPR dirinya selalu berusaha mendengarkan aspirasi dan keluhan dari masyarakat yang telah memilihnya. Mengenai peristiwa penggerebekan itu pun dilakukan dari laporan masyarakat.

Penggerebekan itu juga tak dilakukan sendiri, melainkan oleh aparat kepolisian. Dengan kata lain, tidak ada kewenangan yang dilanggar dalam perkara itu.

“Jadi kewenangan apa yang saya salahi? Yang menangkap itu polisi, bukan saya anggota DPR. Tapi saya menerima aspirasi masyarakat, ini yang perlu diletahui," kata Andre, di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2020).

Sebagai pria kelahiran Padang, Andre mengaku tak ikhlas jika kampung halamannya, Sumatera Barat diazab karena aktivitas prostitusi yang disebut tengah merajalela di daerah pemilihan (Dapil)-nya.

Hal inilah yang melatarbelakangi juga dirinya untuk melakukan penggerebekan aktivitas prostitusi melalui aplikasi Mi-Chat di salah satu hotel yang ada di Sumbar.

“Wallahi saya tidak ikhlas kampung saya diazab sama Allah kalau kemaksiatan merajalela,” ujarnya.

Andre memicu kontroversi setelah bersama polisi menggerebek PSK di sebuah hotel, Padang, Sumatera Barat, Minggu (26/1/2020). Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni PSK berinisial NN (26)dan seorang muncikari, AS (24).

Selain itu, polisi menyita barang bukti uang Rp750.000, ponsel milik pelaku dan alat kontrasepsi yang belum terpakai. Majelis Kehormatan Partai Gerindra memastikan untuk memanggil Andre terkait penggerebekan itu.

"Andre Rosiade akan diminta klarifikasi besok semua hal terkait kejadian di Sumatera Barat oleh Majelis Kehormatan Gerindra," kata Dasco.

Editor : Zen Teguh