Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Ungkap Dampak Bunuh Diri, 1 Kasus Pengaruhi 30 Orang di Sekitar
Advertisement . Scroll to see content

Angka Bunuh Diri di Indonesia Terus Naik, Kemenkes Minta Jangan Menghakimi Korban

Kamis, 10 September 2026 - 07:37:00 WIB
Angka Bunuh Diri di Indonesia Terus Naik, Kemenkes Minta Jangan Menghakimi Korban
Angka bunuh diri di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir, Kemenkes meminta masyarakat tidak menghakimi korban maupun penyintas. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Catatan Redaksi: Berita ini memuat informasi mengenai bunuh diri dan disajikan untuk kepentingan publik, khususnya untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan dan kesehatan mental. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan berat, memiliki pikiran untuk menyakiti diri atau bunuh diri, segera cari bantuan dari orang yang dipercaya atau tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau menghubungi Call Center 119 ekstensi 8.

JAKARTA, iNews.id - Angka bunuh diri di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat tidak menghakimi korban maupun penyintas, tetapi mengedepankan empati dan membuka ruang untuk berbicara.

Berdasarkan data kepolisian yang dipaparkan Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, dr. Imran Pambudi, tercatat 1.332 kasus bunuh diri pada 2023. Angka tersebut naik menjadi 1.403 kasus pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 1.503 kasus pada 2025.

Namun, angka kasus yang tercatat tersebut diperkirakan belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Berdasarkan estimasi Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) pada 2023, jumlah kasus bunuh diri di Indonesia diperkirakan mencapai 5.236 kasus.

"Dan saya yakin sebetulnya ada kasus-kasus bunuh diri yang tidak dilaporkan. Nah, ini baru yang tercatat yang sudah terjadi. Belum yang percobaan bunuh diri tapi gak jadi meninggal. Itu juga cukup banyak dan kasus-kasus seperti ini seringkali ditutupi, mereka gak melaporkan," kata dr. Imran dalam agenda Temu Media di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut