Apa Itu Banjir Rob yang Menggenangi Pesisir Jakarta?
Genangan air mencapai ketinggian 40 cm di Jalan RE Martadinata dekat Jakarta International Stadium, menyebabkan motor mogok dan akses jalan terputus. Wilayah seperti Kamal, Baywalk Pluit, Sunda Kelapa, dan Blencong Marunda menjadi titik rawan, mengganggu aktivitas warga sehari-hari termasuk perdagangan dan transportasi.
Ekonomi lokal terpukul karena permukiman nelayan terendam, merusak barang dagangan dan infrastruktur sementara. Kesehatan masyarakat terancam oleh air tercemar yang membawa penyakit kulit atau pernapasan, sementara lalu lintas macet menambah beban logistik kota. Pada 4 Desember 2025 kemarin, banjir rob sudah merendam Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, memaksa evakuasi darurat di beberapa RT.
Dilansir dari berbagai sumber, ada 11 wilayah utara seperti Penjaringan, Cilincing, dan Tanjung Priok paling sering terdampak karena elevasi rendah di bawah permukaan laut. Muara Angke dan Marunda rutin genang saat pintu air Pasar Ikan mencapai siaga 1, seperti yang terjadi baru-baru ini.
Peta rawan mencakup enam titik prioritas: Kamal Muara, Muara Angke, Pluit, Sunda Kelapa, RE Martadinata, dan Marunda. Wilayah ini rawan hingga 23 Desember, terutama jika hujan deras menyertai pasang tinggi pada pekan kedua Desember. Warga di sini sering mengalami genangan berulang, memerlukan evakuasi rutin.
Pemerintah DKI menyiagakan pompa air dan Pasukan Biru untuk menguras genangan secepat mungkin, seperti diantisipasi hari ini. Pembangunan tanggul laut raksasa dan normalisasi sungai menjadi prioritas jangka panjang untuk menahan luapan.