Apa Itu Gempa Megathrust? Begini Penjelasan BMKG

Ariedwi Satrio ยท Minggu, 27 September 2020 - 04:43 WIB
Apa Itu Gempa Megathrust? Begini Penjelasan BMKG

Masih banyak orang yang memahami gempa megathrust sebagai sesuatu yang baru dan akan terjadi gempa dahsyat dalam waktu dekat. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Media massa ramai memperbincangkan gempa megathrust dalam beberapa waktu belakangan ini. Indonesia disebut berpotensi dilanda gempa besar yang dapat mengakibatkan tsunami.

Lantas apa itu gempa megathrust? Kabid Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono menjelaskan masih banyak orang yang memahami gempa megathrust sebagai sesuatu yang baru dan akan terjadi gempa dahsyat hingga tsunami dalam waktu dekat. Padahal, bukan itu yang dimaksud gempa megathrust.

"Pemahaman seperti itu tentu saja kurang tepat," ujar Daryono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/9/2020). 

Zona megathrust, menurut Daryono sekadar istilah untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal. Dalam hal ini, lempeng samudera yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antar lempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba memicu gempa.

"Jika terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudera bergerak terdorong naik (thrusting)," katanya.

Lebih lanjut, kata Daryono, jalur subduksi lempeng, umumnya sangat panjang dengan kedalaman dangkal mencakup bidang kontak antar lempeng. Dalam perkembangannya, zona subduksi diasumsikan sebagai 'patahan naik yang besar'. "Yang kini populer disebut sebagai zona megathrust," ujarnya.

Daryono menekankan zona megathrust bukanlah hal baru. Di Indonesia, zona sumber gempa ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia. 

"Zona megathrust berada di zona subduksi aktif, seperti: (1) subduksi Sunda mencakup Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba, (2) subduksi Banda, (3) subduksi Lempeng Laut Maluku, (4) subduksi Sulawesi, (5) subduksi Lempeng Laut Filipina, dan (6) subduksi Utara Papua," bebernya.

Sementara saat ini, BMKG mengklaim segmen zona megathrust Indonesia sudah dapat dikenali potensinya. Di mana seluruh aktivitas gempa yang bersumber di zona megathrust disebut sebagai gempa megathrust dan tidak selalu berkekuatan besar. 

"Sebagai sumber gempa, zona megathrust dapat membangkitkan gempa berbagai magnitudo dan kedalaman," ujar Daryono. 

"Data hasil monitoring BMKG menunjukkan, justru 'gempa kecil' yang lebih banyak terjadi di zona megathrust, meskipun zona megathrust dapat memicu gempa besar," katanya.

Editor : Dani Dahwilani