Arif Rachman Sesenggukan Bicara Ketakutannya dengan Ferdy Sambo: Ajudannya Saja Bisa Dibunuh
JAKARTA, iNews.id - Mantan anak buah Ferdy Sambo, Arif Rachman Arifin menangis sesenggukan saat bercerita soal Ferdy Sambo. Ia menilai Ferdy Sambo bisa membahayakan diri dan keluarganya karena ajudannya saja dibunuh.
Pengacara Arif, Marcella mengatakan, dari keterangan Arif sebagai terdakwa kala diatanyai hakim, dia mencatat jawaban Arif ada gabungan antara ancaman, takut diri menjadi kasus, dan Arif salah mengira perintah yang diterimanya itu sudah pantas.
"Pertanyaan saya ini kan dari jarak Anda menonton sampai Anda menceritakan kan sangat panjang. Anda tidak bercerita apa karena Anda takut diancam apa karena apa? Apa yang anda rasakan?" ucap pengacara Arif di persidangan, Jumat (23/1/2023).
"Takut diancam pasti, saya kemarin saja, pak hakim yang mulia," kata Arif terpotong karena menangis.
Arif mengaku, pascamenonton video rekaman Brigadir J masih hidup dia tak menceritakan selain pada Hendra Kurniawan selaku atasannya hingga saat dipatsuskan. Pasalnya, ia merasakan ketakutan yang hebat.
Di situ, Ketua majelis hakim, Ahmad Suhel menyampaikan, alasan hakim memeriksa Arif Rachman sebagai terdakwa yang pertama diperiksa karena hakim melihat adanya kejujuran dalam diri Arif.
"Saya mau beritahu pada saudara kenapa saudara kami minta yang pertama, karena saya lihat ada kejujuran di saudara, itu sebabnya saya minta yang pertama. Saya bisa pahami bagaimana perasaan saudara ya, itu sebabnya ya kenapa kemudian biar perkara ini menjadi terbuka. Harapan kami itu, tidak lain. Itu sebabnya pada awal pertanyaan ada bantahan saudara terhadap keterangan Ferdy Sambo," ucap hakim.
Hakim menilai, keterangan Arif jujur dan berisi bantahan atas keterangan Ferdy Sambo. Maka itu, hakim meminta agar Arif membuka hal yang belum dibuka di persidangan guna membuat peristiwa kematian Brigadir J, khususnya berkaitan Obstruction of Justice menjadi gamblang.
"Di situ kemudian kami minta pada saudara untuk yang pertama kita periksa, silakan dibuka apa yang harus saudara bukakan di sini?" tutur hakim.
Arif pun sesenggukan mendengar itu. Ia mengaku sangat takut akan nyawanya dan keluarganya karena menilai ajudan Ferdy Sambo yang terdekat saja dibunuh.
"Sudah semuanya yang mulia. Saya menceritakan dan berbeda dengan Pak FS saja terus terang keluarga saya itu takut, istri saya sempat bilang, ingat Pak anak-anak, bayangkan ajudannya saja bisa disuruh dibunuh, gimana saya nggak kepikiran Yang Mulia," ujar Arif sambil menangis sesenggukan.
Sementara itu, Arif tidak pernah diperiksa oleh Timsus ataupun Irsus. Dia pertama kali diperiksa oleh Wabprof Polri saat sudah dalam proses penyidikan kode etik dan telah menceritakan semua yang diketahuinya berkaitan kematian Brigadir J.
Editor: Puti Aini Yasmin