Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Atasi Karhutla, Pemerintah Siapkan Penyemprotan Cairan Bantuan Brasil dari Helikopter
Advertisement . Scroll to see content

Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan di Indonesia, Ratusan Jadwal Delay hingga Dibatalkan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:36:00 WIB
Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan di Indonesia, Ratusan Jadwal Delay hingga Dibatalkan
Asap karhutla mengganggu 1.673 penerbangan domestik pada Agustus–Oktober 2026. (Foto: Kemenhub)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional 1.673 penerbangan berjadwal domestik selama periode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda, sedangkan 745 lainnya delay atau terlambat.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mencatat 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain dan enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan atau return to base (RTB).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan, asap karhutla masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah bandara. Kondisi tersebut membuat keputusan operasional penerbangan harus mengutamakan keselamatan.

"Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan," ujar Lukman dalam keterangan resmi, Minggu (11/10/2026).

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat. Kemenhub terus memantau kondisi penerbangan melalui koordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara, penyelenggara bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan operator penerbangan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut