Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Atasi Karhutla, Pemerintah Siapkan Penyemprotan Cairan Bantuan Brasil dari Helikopter
Advertisement . Scroll to see content

Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan di Indonesia, Ratusan Jadwal Delay hingga Dibatalkan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:36:00 WIB
Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan di Indonesia, Ratusan Jadwal Delay hingga Dibatalkan
Asap karhutla mengganggu 1.673 penerbangan domestik pada Agustus–Oktober 2026. (Foto: Kemenhub)
Advertisement . Scroll to see content

Di Papua, sejumlah bandara yang terdampak meliputi Rendani di Manokwari, Douw Aturure di Nabire, Torea di Fakfak, Utarom di Kaimana, Babo di Teluk Bintuni, serta Ewer di Asmat.

Di luar dampak karhutla, Kemenhub mencatat 14 penerbangan dibatalkan akibat faktor lain selama periode yang sama. Faktor tersebut meliputi sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, angin kencang, serta kebutuhan perawatan pesawat.

Di tengah gangguan operasional tersebut, Kemenhub menegaskan maskapai wajib memenuhi hak penumpang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemenuhan hak tersebut dapat berupa kompensasi sesuai ketentuan, penjadwalan ulang penerbangan, maupun pengembalian biaya tiket secara penuh (full refund).

Lukman mengatakan, Kantor Otoritas Bandar Udara telah ditugaskan untuk mengawasi pemenuhan hak penumpang di lapangan. Kemenhub juga akan menjatuhkan sanksi kepada maskapai yang tidak menjalankan kewajibannya sesuai aturan.

"Kami tidak akan ragu memberikan sanksi kepada maskapai yang tidak menjalankan kewajibannya sesuai ketentuan," tegasnya.

Kemenhub mengimbau masyarakat memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan bandara sebelum berangkat. Sebab, jarak pandang akibat asap karhutla dapat berubah secara dinamis sehingga berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut