Asap Karhutla Masih Berbahaya, Menkes Minta Warga Tetap di Rumah!
Menkes menjelaskan, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia dapat ditangani di puskesmas sesuai kondisi pasien. Sementara itu, pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut akan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis.
Kemenkes juga menyiapkan obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Persediaan tersebut mencakup obat untuk mengatasi gejala, obat batuk, serta multivitamin sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan.
Budi menegaskan, penanganan pasien yang mengalami gangguan pernapasan harus dilakukan sesuai kondisi klinisnya. Pasien yang membutuhkan dukungan oksigen akan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis.
"Kalau dia sudah pakai masker, dia terekspos, harus rawat, rawat pertamanya dengan oksigenasi," ucapnya.
Pemerintah berharap kualitas udara di wilayah terdampak terus membaik, terutama jika musim hujan mulai tiba. Namun, selama polusi asap karhutla masih berada pada tingkat berbahaya, masyarakat diminta tetap waspada, membatasi paparan asap, dan memprioritaskan kesehatan.
Editor: Muhammad Sukardi