Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla Kembali Menyala di Sampit, Asap Tebal Ganggu Aktivitas Warga
Advertisement . Scroll to see content

Atasi Karhutla, Pemerintah Gunakan Dry Ice OMC untuk Pecah Asap dan Datangkan Hujan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:37:00 WIB
Atasi Karhutla, Pemerintah Gunakan Dry Ice OMC untuk Pecah Asap dan Datangkan Hujan
Pemerintah menggunakan metode dry ice dan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengombinasikan metode dry ice dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi dampak asap sekaligus memicu hujan di sejumlah wilayah terdampak karhutla.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, pemerintah mencoba menggunakan dry ice untuk memecah asap agar sinar matahari dapat masuk dan membantu pembentukan benih awan hujan. Setelah itu, pemerintah mengoptimalkan OMC dengan menggunakan natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai.

“Sekarang kita coba pake dry ice untuk memecah asap sehingga matahari bisa sedikit masuk sebagai pengungkit munculnya benih awan hujan, baru dihantam pake OMC NaCl,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2026).

Menurut Prasetyo, kombinasi kedua metode tersebut mulai menunjukkan hasil di sejumlah daerah. Pemerintah menerima laporan turunnya hujan di beberapa kabupaten yang terdampak karhutla.

“Alhamdulillah di beberapa kabupaten dilaporkan mulai terjadi turun hujan,” ujarnya.

Prasetyo menegaskan, pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan karhutla agar dampaknya tidak berkepanjangan. Dia berharap hujan alami segera turun untuk membantu mengatasi kebakaran yang masih terjadi.

“Sejujurnya kita ini inginnya ya cepet selesai itu karhutla, siang malam selain ikhtiar ya berdoa mohon bisa segera turun hujan alami,” ucapnya.

Berdasarkan pembaruan penanganan karhutla melalui OMC hingga Selasa (20/10/2026) pukul 06.00 WIB, pemerintah menjalankan operasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Di Sumatera Selatan, OMC menggunakan NaCl dan dry ice sejak 16 Oktober dengan total delapan sorti serta 1.600 kilogram bahan semai NaCl dan 4.000 kilogram dry ice. Operasi dry ice juga mendapat dukungan dari Posko Lampung untuk mengantisipasi kendala jarak pandang di Palembang.

Dukungan dari Posko Lampung berlangsung pada 15–18 Oktober melalui enam sorti dengan total 4.800 kilogram dry ice. Hasil pemantauan menunjukkan penurunan konsentrasi PM2.5 dan peningkatan jarak pandang di Sumatera Selatan.

Sementara itu, Kalimantan Tengah telah menjalankan 48 sorti OMC sejak 26 Agustus dengan menggunakan 43.800 kilogram NaCl. Selama kegiatan tersebut, volume curah hujan yang dihasilkan dilaporkan mencapai 67,45 juta meter kubik.

Posko bantuan dari Kalimantan Selatan juga mulai beroperasi pada 18 Oktober untuk mengatasi kendala jarak pandang di Kalimantan Tengah. Dalam dua sorti, operasi ini menggunakan 800 kilogram dry ice dan 800 kilogram NaCl.

Laporan dari lapangan serta alat pengukur cuaca AWS/ARG mencatat hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.

Di Kalimantan Selatan, operasi yang dimulai sejak 10 Oktober telah mencapai 23 sorti dengan penggunaan 23.000 kilogram NaCl. Dengan dukungan dua unit pesawat, volume curah hujan yang dihasilkan selama pelaksanaan OMC dilaporkan mencapai 222,67 juta meter kubik.

Hujan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tabalong, Tapin, dan Barito Kuala.

Adapun di Kalimantan Barat, OMC telah berlangsung sejak 22 Agustus dengan total 107 sorti dan penggunaan 98.800 kilogram NaCl. Volume curah hujan yang dihasilkan selama operasi dilaporkan mencapai 471,2 juta meter kubik.

Pada 19 Oktober 2026, hujan tercatat di Kabupaten Sanggau, Kubu Raya, Sambas, Landak, Kayong Utara, Pontianak, Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, serta Kota Singkawang.

Pemerintah terus mengoptimalkan OMC dan metode dry ice untuk membantu penanganan karhutla. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang turunnya hujan sekaligus mengurangi dampak asap di wilayah terdampak.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut