Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dharma Pongrekun Minta MK Tinjau Ulang UU Kesehatan, Kedaulatan Bangsa Jadi Alasannya!
Advertisement . Scroll to see content

Badan Siber dan Sandi Negara Ingatkan Bahaya Teknologi Informasi

Kamis, 28 Februari 2019 - 20:45:00 WIB
Badan Siber dan Sandi Negara Ingatkan Bahaya Teknologi Informasi
Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN Irjen Pol Dharma Pongrekun dalam acara Public Safety Indonesia di Gedung JICC, Senayan Jakarta, Kamis (28/2/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).
Advertisement . Scroll to see content

Dengan banyaknya informasi yang diterima oleh pikiran, secara otomatis akan memengaruhi kehidupan. Banjir informasi bisa membuat tubuh sulit membedakan informasi yang terverifikasi dan tidak terverifikasi.

Ini akan berbeda ketika tubuh tidak selalu dihantam informasi. Tubuh akan lebih mudah mencerna dan menyeleksi informasi. Sebagai dampaknya, informasi akan tersaring dan diterjemahkan secara baik sehingga bukan hoaks yang muncul.

"Teman-teman bisa lihat, berapa lama kita tida memegang HP, bisa dihitung. Ini adalah perubahan perilaku, perubahan peradaban kita, peradaban kita tidak ada lagi urusan pribadi, etika sudah mulai pudar," ujarnya.

Tidak hanya itu, secara biologis ketika tubuh manusia terlalu sering memegang ponsel dan menerima beragam informasi, gula darah bisa naik dan mengakibatkan stres. Hal ini dapat memicu penyakit.

Dharma pun mengajak semua pihak untuk lebih peduli dalam mencari platform atau perangkat yang bisa dibangun untuk memproteksi diri dan bangsa, terutama dari informasi yang tak akurat atau bahkan hoaks.

”Jangan sampai kita sebagai manusia menjadi berubah. Mari kita tetap menjadi manusia biasa. Jangan sampai nanti teknologi menjadi Tuhan baru di dalam kehidupan kita," katanya.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut