Bagaimana Format Toko Buku ke Depan?
2. Starbuck's-Like
Toko buku ke depan akan lebih menyerupai Starbucks ketimbang toko buku konvensional. Konsepnya gabungan dari bookstore + coffee shop + resto + workspace + event space + lifestyle centre. Barnes & Noble, jaringan toko buku terbesar di Amerika Serikat menyebutnya: retail-tainment.
Kandidat paling dekat untuk format toko buku jenis ini adalah tempat-tempat seperti: Pos Bloc, M Bloc Space, juga Starbucks yang mungkin akan meluaskan bisnisnya ke toko buku.
3. Community Hub
Toko buku tak hanya tempat menjual buku, tapi juga: diskusi buku, temu penulis, book signing, bookfest, kelas/workshop penulisan, baca puisi, dll. Kandidat untuk model toko buku jenis ini adalah tempat-tempat seperti Taman Ismail Marzuki (TIM) yang kini sudah dipercantik atau Perpustakaan Nasional (Perpusnas) di Jalan Medan Merdeka Selatan.
4. Niche Bookstore
Toko buku ke depan juga akan “goin niche” menjadi specialized bookstore dengan topik-topik buku spesifik seperti: sastra, musik, anak, kuliner, arsitektur, film, atau sains. Tren ke depan toko buku akan mengecil dan berkonsep butik/artisan.
Dengan inventori terbatas, tempatnya pun mengecil dan konsepnya menjadi "destination bookstore". Contohnya adalah Omah Library di Tangerang yang menjadi spesialisasi buku arsitektur