Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Keukeuh Wajibkan Campuran Etanol 10% di BBM
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Sebut BBM Dicampur Etanol Lazim di Berbagai Negara: Brasil sampai 100 Persen

Kamis, 09 Oktober 2025 - 19:23:00 WIB
Bahlil Sebut BBM Dicampur Etanol Lazim di Berbagai Negara: Brasil sampai 100 Persen
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pencampuran etanol dalam kandungan Bahan Bakar Minyak (BBM) lazim di berbagai negara. Dia mencontohkan Brasil yang sudah mampu mencampurkan etanol ke BBM dengan kadar 100 persen.

Menurut Bahlil, campuran etanol dalam BBM merupakan upaya mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar pada kendaraan. Semakin tinggi kandungan etanol, maka emisi gas buang dianggap lebih rendah dibandingkan BBM murni.

"Di dunia sekarang, ini lagi ramai di sosmed sekarang, menyangkut dengan E27, E30, E85, itu adalah bensin yang dicampur atau di blending dengan etanol. Brazil, itu adalah negara yang mencampur bensinnya dengan etanol 27 persen mandatori, tetapi di beberapa provinsi mereka, yang produksi etanolnya bagus, itu sampai sudah ada E100 (100 persen)," ujar Bahlil di JCC Senayan, Kamis (9/10/2025).

Selain Brazil, Bahlil memaparkan beberapa negara lain yang sudah mencampur etanol dalam kandungan BBM, seperti Amerika Serikat (AS) yang mencampur etanol 10 persen hingga 85 persen di beberapa bagian negaranya.

Dia melanjutkan, India telah mencampur kandungan etanol di BBM sekitar 20 persen alias E20, Thailand menerapkan bioetanol untuk E20 sampai E85, Argentina mencampur etanol 12 persen untuk produk BBM -nya. Sementara itu, Jerman, Vietnam, Filipina, Prancis, dan China masing-masing telah mencampurkan kandungan etanol 10 persen untuk produk BBM-nya.

"Ini kebijakan yang dilakukan untuk apa? Yang pertama adalah memanfaatkan hasil sumber daya alam mereka untuk mengurangi impor. Yang kedua adalah untuk melahirkan energi yang bersih," tutur dia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut