Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jenguk Korban Penyekapan di Bandung, KSP Dudung Minta Pelaku Dihukum Maksimal
Advertisement . Scroll to see content

Bamsoet Datangi Jenderal Andika Perkasa di Markas Besar TNI AD, Ada Apa?

Jumat, 20 November 2020 - 07:48:00 WIB
Bamsoet Datangi Jenderal Andika Perkasa di Markas Besar TNI AD, Ada Apa?
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) membicarakan vaksinasi covid-19 bersama KSAD Jenderal Andika Perkasa, Kamis (19/11/2020). (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Ketua MPR Bambang Soesatyo menemui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabesad, Jakarta, Kamis (19/11/20). Pria yang akrab disapa Bamsoet menegaskan kepada KSAD proses vaksinasi covid-19 membutuhkan keterlibatan penuh dari TNI-Polri.

Bamsoet mengingatkan pelaksanaan vaksinasi covid-19 melibatkan orang banyak, serentak, dan berkelanjutan. Dia juga mengatakan militer dilibatkan dalam proses vaksinasi covid-19 di negara lain seperti Amerika Serikat.

Politikus Golkar ini menjelaskan kepada Andika, Kementerian Kesehatan menargetkan gelombang pertama vaksinasi pada November-Desember 2020 akan diberikan kepada sekitar 9,1 juta warga. Antara lain untuk 3,5 juta jiwa garda terdepan (petugas medis, paramedis contact tracing, TNI/Polri, dan aparat hukum) serta 5,6 juta jiwa untuk tokoh agama/masyarakat dan perangkat daerah (kecamatan,desa,RT/RW).

"Mengingat besarnya jumlah warga yang harus mendapatkan vaksin, tak mungkin bisa dikerjakan hanya oleh tenaga medis saja, melainkan butuh dukungan TNI-Polri," ujar Bamsoet.

Dia menjelaskan, pelibatan TNI-Polri juga diperlukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama vaksinasi. Karena jumlah vaksin terbatas, sedangkan keinginan masyarakat mendapatkan vaksin sangat besar sehingga tak menutup kemungkinan ada provokator yang menyulut kerusuhan agar vaksinasi tidak berjalan lancar.

"Kita percaya rakyat Indonesia bisa tertib. Namun tak ada salahnya kita juga mempersiapkan hal terburuk, sebagai bentuk antisipasi. Jika ada pihak-pihak yang mengganggu jalannya proses vaksinasi, bisa langsung berhadapan dengan TNI-Polri," ujar Bamsoet.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut