Bamsoet: Empat Pilar Prasyarat Indonesia Berdiri Kukuh dan Meraih Kemajuan

Felldy Utama · Jumat, 08 November 2019 - 15:52 WIB
Bamsoet: Empat Pilar Prasyarat Indonesia Berdiri Kukuh dan Meraih Kemajuan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam Seminar Nasional Sespimti Polri Dikreg ke-28, 'Pembangunan SDM Unggul dan Pancasilais guna Menyongsong Indonesia Emas 2045', di Jakarta, Jumat (8/11/2019). (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Dinamika lingkungan strategis global saat ini diwarnai kompetisi dan perebutan pengaruh negara-negara besar yang menempatkan Indonesia pada pusat kepentingan global. Jika tidak siap, Indonesia berpotensi tergilas dalam kompetisi global yang tidak mengenal batas dan waktu.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan hal itu dalam Seminar Nasional Sespimti Polri Dikreg ke-28, 'Pembangunan SDM Unggul dan Pancasilais guna Menyongsong Indonesia Emas 2045', bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Dia mengatakan, berbaurnya ancaman militer dan nonmiliter, disisi lain semakin mendorong terciptanya dilema geopolitik dan geostrategis global yang sulit diprediksi dan diantisipasi. Dalam bidang pertahanan-keamanan, Indonesia menghadapi perang siber, intoleransi, radikalisme, terorisme serta berbagai ancaman kejahatan lainnya yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

"Yang tidak kalah serius dan perlu diwaspadai secara sungguh-sungguh adalah ancaman terhadap ideologi kita, Pancasila. Berimbas kepada ancaman terhadap adab sopan santun, tradisi dan seni budaya, serta warisan kearifan lokal bangsa." ujar Bamsoet.

Menghadapi tantangan global tersebut, menurut dia, Indonesia membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat membuat lompatan besar. Kondisi tersebut mensyaratkan sumber daya manusia unggul yang berhati Indonesia dan berideologi Pancasila.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, MPR sebagai Rumah Kebangsaan mengajak berbagai instansi pemerintah termasuk Kepolisian, untuk memberikan kontribusi nyata membangun manusia Indonesia unggul yang berkarakter Pancasila, yang dibutuhkan menyongsong Indonesia Emas 2045. 

Bamsoet mengatakan, sesuai mandat UU 17/2014 tentang MD3, MPR RI antara lain ditugasi memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Memasyarakatkan Pancasila sebagai ideologi negara dimaksudkan agar nilai-nilai Pancasila menjadi jiwa yang menginspirasi seluruh pengaturan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia harus bangga memiliki Pancasila sebagai ideologi yang bisa mengikat kemajemukan," katanya.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat berfoto bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono dalam Seminar Nasional Sespimti Polri Dikreg ke-28, 'Pembangunan SDM Unggul dan Pancasilais guna Menyongsong Indonesia Emas 2045', di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini memaparkan, memasyarakatkan UUD NRI 1945 bertujuan agar konstitusi negara dapat dipahami secara utuh seluruh lapisan masyarakat. Menjadi konstitusi yang hidup dan konstitusi yang bekerja untuk cita-cita kesejahteraan dan keadilan sosial.

"Kesadaran yang kuat juga sangat diperlukan untuk mempertahankan NKRI, yaitu kesadaran tentang kesatuan kita dalam satu bahtera kehidupan yang bernama NKRI. Bahtera ini harus dijaga dan dirawat semua orang yang menjadi penumpangnya karena keselamatan bahtera NKRI tidak hanya bergantung kepada nahkoda saja, tetapi kepada siapa saja yang ada di bahtera ini," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menerangkan, setiap WNI yang beragam dan majemuk ini juga harus memberikan pengakuan kepada distingsi dan perbedaan yang dimiliki setiap orang, kelompok, bahasa, budaya dan adat istiadat. Tidak ada satu pun yang berhak mengklaim dirinya atau kelompoknya paling benar. Di sinilah pentingnya memasyarakatkan pilar yang keempat, yaitu Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Empat Pilar MPR RI sebagai konsepsi kebangsaan dan kenegaraan, menurut Bamsoet, merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia untuk bisa berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa sendiri.

"Setiap penyelenggara negara dan segenap warga negara harus memiliki keyakinan, bahwa prinsip-prinsip moral ke-Indonesian dalam Empat Pilar MPR RI dapat memandu tercapainya perikehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad