Bamsoet Patuhi Instruksi Larangan Kader Golkar Tinggalkan Jakarta hingga Munas Selesai

Antara, Intan Maulida ยท Rabu, 13 November 2019 - 00:01 WIB
Bamsoet Patuhi Instruksi Larangan Kader Golkar Tinggalkan Jakarta hingga Munas Selesai

Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo atau biasa disapa Bamsoet. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo siap mematuhi instruksi partai. Termasuk larangan kepada para anggota Fraksi Partai Golkar untuk meninggalkan Jakarta hingga pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) 6 Desember 2019 selesai.

Ketua MPR yang biasa disapa Bamsoet itu menilai, surat edaran tersebut ditujukan kepada kader partai untuk melakukan konsolidasi internal. Dia yakin semua anggota Fraksi Partai Golkar pasti telah mendapatkan surat tersebut.

"Pasti semua anggota DPR dapat surat. Ya ini mungkin kebutuhannya kita perlu konsolidasi menjelang Munas," ujar Bamsoet usai bertemu pimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Sebelumnya, beredar surat dengan logo lambang Golkar dan kop surat Fraksi Golkar tertanggal 11 November 2019 yang ditujukan kepada seluruh anggota Fraksi Golkar DPR.

Isi surat itu menyebutkan berdasarkan instruksi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPR dilarang meninggalkan Jakarta sampai selesai Munas Partai Golkar 6 Desember 2019. Surat tersebut ditandatangani Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Kahar Muzakir.

Sementara mengenai maju sebagai bakal calon Ketua Umum Partai Golkar dia belum memutuskan. Salah satu pertimbangan, kata dia agar para pendukungnya tidak menjadi korban politik menjelang perhelatan Munas Golkar.

“Saya sudah menyatakan bahwa saya belum memutuskan apakah maju atau tidak, tapi belum tentu tidak maju,” katanya.

Dia mengungkapkan, selama ini ada sejumlah pendukungnya menjadi korban politik. Misalnya, tiba-tiba ada rotasi alat kelengkapan di DPR dari Fraksi Golkar.

“Yang ketua atau pimpinan komisi tiba-tiba dicopot, yang sudah asik-asik memang sudah lama duduk di suatu komisi, tiba-tiba digeser ke komisi yang tentu saja bukan komisi pilihannya,” ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi