Bamsoet: Saya dan Airlangga Sepakat Bertarung Secara Demokratis di Munas Golkar

iNews.id ยท Senin, 16 September 2019 - 12:38 WIB
Bamsoet: Saya dan Airlangga Sepakat Bertarung Secara Demokratis di Munas Golkar

Dari kiri ke kanan: Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto; Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, dan; Ketua DPR Bambang Soesatyo. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan tak akan mundur dari pencalonannya menjadi Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024. Menurut dia, pernyataan ini bukan tentang keinginan pribadinya, melainkan tentang menjaga amanah yang telah dititipkan para pengurus dan ormas yang ada di Partai Golkar serta kader Partai Golkar dari berbagai daerah.

Dia mengatakan, amanah itu harus dijaga sebaik mungkin, demi memastikan masa depan Partai Golkar menjadi lebih baik lagi. “Tugas manusia bukan hanya semata mengejar jabatan, melainkan berjuang untuk perubahan yang lebih baik. Ini penting bagi kemajuan Partai Golkar,” ujar Bamsoet seusai menghadiri acara Lepas Sambut sekaligus Penghargaan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR periode 2014-2019 dengan periode 2019-2024, di Jakarta, Minggu (15/9/19) malam.

Turut hadir dalam acara itu antara lain Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono, dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tandung.

Bamsoet menuturkan, sebagai kader Pemuda Pancasila dan wakil ketua umum Soksi, sudah tertanam dalam dirinya falsafah “Maju Terus Pantang Mundur. Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang!”. Dengan begitu, tidak ada kata mundur dalam kamus perjalanan hidupnya. “Lebih baik hancur lebur di medan pertempuran, dari pada pulang (mundur) tapi hidup terhina,” tuturnya.

Kendati persaingan dipastikan akan sengit, bendahara umum DPP Partai Golkar 2014-2016 itu menyampaikan, pekan lalu dia telah bertemu empat mata dengan Airlangga Hartarto yang juga akan maju dalam kompetisi ketua umum Partai Golkar 2014-2019. Pertemuan tersebut memastikan keduanya tetap menjaga soliditas Partai Golkar, menghindari perpecahan, serta menghindari penggunaan cara-cara yang tak sejalan dengan jati diri Partai Golkar sebagai partai karya-kekaryaan.

BACA JUGA: Hadiri Acara Golkar di Kawasan Sudirman, Airlangga Sebut Bukan Persiapan Munas

“Sebagai kader dan pengurus DPP Partai Golkar yang masih aktif, saya juga sudah minta izin untuk maju dalam kontestasi ketua umum Partai Golkar 2019-2024 kepada Pak Airlangga Hartarto yang saat ini masih menjabat sebagai ketua umum,” ucap wakil ketua umum Pemuda Pancasila itu.

“Beliau mengizinkan. Jadi antara saya dengan Pak Airlangga tidak ada masalah pribadi apa pun. Kita sepakat bersaing secara sehat agar Partai Golkar menjadi kuat,” ujar Bamsoet.

Dia mengatakan, pascapenyelenggaraan Musyawarah Nasional 2019, Partai Golkar tidak akan terpecah menjadi dualisme kepemimpinan maupun melahirkan partai politik baru. Kontestasi ketua umum 2019-2024 justru harus dijadikan momentum menjadikan Partai Golkar bergeliat lebih hebat lagi.

“Kami bertanding untuk bersanding. Jadi siapa pun yang menang harus merangkul yang kalah untuk berkolaborasi. Sudah cukup bagi Partai Golkar menjadi bidan untuk kelahiran partai politik baru. Sebagai partai politik tertua di Indonesia, kini waktunya Partai Golkar membuktikan diri kepada partai politik lainnya bahwa kontestasi tidak akan berujung pada perpecahan,” ucapnya.


Editor : Ahmad Islamy Jamil