Banjir Bandang Dahsyat Nepal, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban
Kemlu turut mengimbau WNI yang berada atau melakukan perjalanan ke wilayah perbatasan Nepal-Tibet untuk meningkatkan kewaspadaan. WNI diminta mengikuti arahan otoritas setempat, menjauhi wilayah terdampak, serta memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi.
"Dalam kondisi darurat, WNI juga diimbau untuk menghubungi saluran hotline KBRI setempat," tutur Yvonne.
Sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah terpencil di kawasan Himalaya pada 26 Agustus 2026. Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa dan hilangnya ribuan orang.
Otoritas Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nasional Nepal melaporkan sedikitnya 626 orang meninggal dunia di wilayah Nepal hingga Sabtu (29/8) pagi. Sementara jumlah orang yang dilaporkan hilang mencapai 2.426 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 933 pekerja pembangkit listrik tenaga air setempat turut masuk dalam daftar orang hilang. Sebelumnya, daftar tersebut telah mencakup para pendaki dan peziarah yang hendak menuju Gunung Kailash di Tibet.
Otoritas Nepal juga menyebut terdapat 517 warga negara asing (WNA) dalam daftar orang hilang yang hingga kini masih dalam pencarian.
Editor: Rizky Agustian