Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bulog Serap 3,5 Juta Ton Beras, Target Swasembada Kian Dekat
Advertisement . Scroll to see content

Bapanas Klaim Tak Ada Kelangkaan Beras Premium di Pasar: Masih Ada Berbagai Merek

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:16:00 WIB
Bapanas Klaim Tak Ada Kelangkaan Beras Premium di Pasar: Masih Ada Berbagai Merek
Ilustrasi beras (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Ketut, kenaikan harga tersebut masih tergolong wajar dan tidak jauh dari batas HET. Dia menilai konsumen beras premium yang umumnya berasal dari kelompok masyarakat menengah ke atas dapat memahami kondisi tersebut.

"Kalau dilihat dari harga, relatif, tapi ada beberapa yang stabil. Kalau menengah ke atas, naik sedikit, oke lah. Tolong jangan juga teriak yang menengah ke atasnya. Justru yang menengah ke atas itu memberikan semacam subsidi silang," kata Ketut.

Dia menambahkan, pemerintah terus menjalankan berbagai program intervensi guna menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Program tersebut meliputi penyaluran bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

Sejak Januari hingga Juli 2026, pemerintah telah menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1,4 juta ton. Jumlah tersebut terdiri atas realisasi penjualan beras SPHP pada Januari-Februari sebesar 221.050 ton, penyaluran SPHP periode Maret-Juli sebanyak 520.830 ton, serta bantuan pangan tahap pertama sebesar 662.880 ton.

Ketut juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat kondisi perberasan dari sisi hilir, tetapi juga memperhatikan kondisi petani di tingkat hulu. Menurutnya, kebijakan pemerintah yang mendorong swasembada pangan bertujuan menjaga kesejahteraan petani sekaligus menjamin ketersediaan beras dalam jangka panjang.

"Kita jangan melihat di hilir saja. Kita harus melihat di hulu. Arahan daripada Bapak Presiden Prabowo adalah swasembada. Kalau kita ingin swasembada, tentu petani kita sedang nyaman-nyamannya sekarang, sangat nyaman berproduksi," ujar Ketut.

Dia menegaskan, keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen perlu terus dijaga agar petani tetap memperoleh harga yang layak, sementara masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut