Bawaslu Sebut 10 Daerah Rawan Pelanggaran Netralitas ASN di Pilkada 2020

dita angga rusiana ยท Senin, 10 Agustus 2020 - 16:00 WIB
Bawaslu Sebut 10 Daerah Rawan Pelanggaran Netralitas ASN di Pilkada 2020

Ketua Bawaslu, Abhan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut ada 10 daerah penyelenggara Pilkada 2020 yang rawan terjadi pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN). Data tersebut dipaparkan Bawaslu untuk kepentingan strategi pengawasan.

Daerah-daerah tersebut yaitu Kabupaten Manokwari Selatan di Papua Barat, Kabupaten Sijunjung di Sumatera Barat, Kota Makassar di Sulawesi Selatan, Kabupaten Lamongan di Jawa Timur, dan Kota Sungai Penuh di Jambi. Lalu Kabupaten Mamuju di Sulawesi Barat, Kabupaten Klaten di Jawa Tengah, Kabupaten Sidoarjo di Jawa Timur, Kabupaten Kepulauan Aru di Maluku, dan Kabupaten Agam di Sumatera Barat.

“Ada 10 daerah yang kami kategorikan indeks kerawanan pilkada (IKP) terkait dengan pelanggaran netralitas ASN-nya cukup tinggi. Hal itu menjadi early warning bagi kami untuk menentukan strategi pengawasan,” kata Ketua Bawaslu Abhan dalam Webminar Netralitas ASN di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Dia mengatakan data itu sengaja dibeberkan Bawaslu supaya ada upaya antisipasi dini. Dengan begitu Abhan berharap netralitas ASN tetap terjaga di Pilkada 2020.

“Mohon maaf ini kami sebutkan supaya ada antisipasi. Ini agar persoalan netralitas ASN di sana tidak terjadi secara masif,” ucapnya.

Abhan menjelaskan banyak petahana yang berpotensi maju kembali dalam Pilkada 2020. Hal itu menurutnya rentan terjadi penyalahgunaan kewenangan.

“Dari pemetaan yang kami lakukan, sebanyak 270 daerah berpotensi memunculkan 224 calon petahana. Nanti kita lihat pasca 23 September 2020 setelah tahap pencalonan apakah betul semua maju,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan kondisi lebih buruk bisa saja terjadi jika ada petahana pecah kongsi. Yaitu kepala daerah dan wakilnya saling berhadapan di Pilkada 2020.

“Apalagi kalau di daerah incumbent pecah kongsi. Kemudian ditambah sekretaris daerahnya yang hampir pensiun mencalonkan diri. Sehingga ASN harus betul-betul teguh menjaga netralitasnya," katanya.

Editor : Rizal Bomantama