BEI Jamin Pengeluaran Saham-Saham HSC dari Perhitungan Tak Bikin IHSG Rontok
JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan pengeluaran saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholder concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan menyebabkan penurunan drastis pada indeks saham.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, hasil backtest atau pengujian historis menunjukkan kebijakan tersebut tidak memicu lonjakan maupun penurunan tajam IHSG. Menurutnya, langkah ini diperlukan agar indeks utama pasar modal Indonesia tersebut mencerminkan kondisi perdagangan yang lebih kredibel.
"Dalam implementasi awal, tentu tidak akan menyebabkan penurunan drastis. Sama seperti saat ini mengeluarkan saham dari indeks utama," ucap Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Dia menambahkan, bobot saham-saham HSC dalam indeks akan didistribusikan kepada saham lain yang menjadi konstituen indeks. Saat ini, terdapat 80 saham yang terindikasi masuk kategori HSC dengan perkiraan bobot gabungan mencapai 18 persen dalam perhitungan IHSG.
"Kami sudah melakukan backtest, dengan pengeluaran saham-saham HSC, tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi mengakibatkan IHSG kita yang lebih kredibel yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking terhadap indeks kita," kata dia.