Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bos BEI Heran MSCI Mau Turunkan Status Pasar Modal RI, Singgung Upaya Transformasi 
Advertisement . Scroll to see content

Kekayaan 3 Orang Terkaya Indonesia Menguap Rp106,4 Triliun usai Isu MSCI Guncang Pasar Saham

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:17:00 WIB
Kekayaan 3 Orang Terkaya Indonesia Menguap Rp106,4 Triliun usai Isu MSCI Guncang Pasar Saham
3 orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono, Prajogo Pangestu, dan Low Tuck Kwong. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kekayaan tiga konglomerat terkaya Indonesia, Robert Budi Hartono, Prajogo Pangestu, dan Low Tuck Kwong, menyusut sekitar 5,9 miliar dolar AS atau Rp106,4 triliun (kurs Rp18.045 per dolar AS) hanya dalam dua hari perdagangan. 

Penurunan ini terjadi setelah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan peringatan terkait kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market.

Melansir Billionaires Africa, peringatan tersebut memicu aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,6 persen pada perdagangan Jumat (16/10/2026) sekaligus penurunan harian terbesar sejak krisis keuangan Asia pada 1998, dan menghapus sekitar 65 miliar dolar AS dari kapitalisasi pasar.

IHSG kembali melemah 3,6 persen pada perdagangan Senin (19/10/2026) hingga menyentuh level terendah dalam enam tahun. Menurut Reuters, penurunan selama dua hari tersebut bahkan melampaui kejatuhan pasar pada 1998.

Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons gejolak tersebut dengan memangkas batas penurunan harga saham harian dari 15 persen menjadi 7 persen. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah melemah hingga Rp18.030 per dolar AS.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut