BEM Universitas Haluoleo Desak Pemerintah Selesaikan Kasus Tewasnya 2 Mahasiswa

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 28 Oktober 2019 - 17:47 WIB
BEM Universitas Haluoleo Desak Pemerintah Selesaikan Kasus Tewasnya 2 Mahasiswa

Demonstrasi mahasiswa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Puluhan mahasiswa melakukan unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, siang tadi. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, ikut bergabung menyuarakan aspirasi mereka dan mencari keadilan.

Perwakilan BEM Universitas Haluoleo, Ardan Saidmuna mengatakan, pihaknya sudah berada di Jakarta sejak satu pekan lalu untuk mencari keadilan atas kematian dua sahabatnya, Muhammad Randi dan Yusuf Kardawi, di tangan aparat saat demonstrasi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, 26 September lalu. Dia mengaku sudah mendatangi Ombudsman, Komnas HAM, hingga Mabes Polri untuk meminta kejelasan kasus tersebut.

“Jadi, kami juga sudah menghadap ke Komnas HAM, Ombudsman, sampai mengantarkan kami ke Mabes Polri. Kami sudah bertemu langsung dengan kepala investigasi kasus ini yaitu Pak Idham Azis yang menjadi calon tunggal Kapolri hari ini. Kebetulan, beliau (Idham) juga putra daerah Sulawesi tenggara,” kata Ardan di kawasan Jakarta, Senin (28/10/2019).

Namun, hingga saat ini, pihaknya belum mendapat kepastian apa pun dari pihak kepolisian. Hal itulah yang menjadi alasannya untuk ikut turun menyuarakan aspirasi dan mencari keadilan di Hari Sumpah Pemuda ini.

“Kami hari ini turun ke jalan mendesak pihak pemerintah, khususnya presiden, segera menyelesaikan dan kemudian memberikan tekanan kepada pihak kepolisian bagaimana caranya supaya kasus ini segera diselesaikan,” katanya.

Ardan berharap pemerintah membentuk tim kecil untuk bisa menyelesaikan kasus meninggalnya dua mahasiswa Haluoleo itu. Jika tak diselesaikan, kata dia, tentu bakal mencoreng nama pemerintah karena tak bisa menyelesaikan kasus pelanggaran HAM tersebut.

“harapan kami itu sangat besar kepada pihak pemerintah kemudian membentuk tim independen karena itu yang mendasari kami kurangnya kepercayaan terhadap pihak kepolisian. jadi kami minta pemerintah segera membentuk tim independen investigasi untuk kemudian membantu penyelesaian kasus ini,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil