Randi dan Yusuf Diabadikan Jadi Nama Auditorium KPK

Antara, Riezky Maulana ยท Kamis, 19 Desember 2019 - 19:53 WIB
Randi dan Yusuf Diabadikan Jadi Nama Auditorium KPK

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif hari ini meresmikan Auditorium Randi-Yusuf di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK, Jakarta, Kamis (19/12/2019). (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini resmi mengabadikan nama Randi dan Yusuf sebagai nama auditorium di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK, Jakarta. Randi dan Yusuf adalah dua mahasiswa yang meninggal dunia saat unjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Palu, September lalu.

Peresmian nama auditorium tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif. Sebelumnya, auditorium yang berada di lantai 1 Gedung ACLC itu sudah sering digunakan untuk acara-acara yang diselenggarakan KPK, dan hari ini mulai dinamai Auditorium Randi-Yusuf.

“Untuk mengenal KPK, maka kita harus mengenal ruangan ini,” ucap Syarif seusai meresmikan ruangan tersebut di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Syarif pun menyatakan akan sering berkunjung ke Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK setelah tak lagi menjabat sebagai komisioner KPK. “Iyalah karena sebelum saya jadi komisioner KPK kan saya sering ke KPK. Ya, setelah tidak menjabat komisioner lagi ya saya akan tetap ke sini karena hidup saya tidak jauh-jauh dari pemberantasan korupsi,” ujar Syarif.

Sementara itu, perwakilan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Imam, yang juga hadir dalam peresmian itu menyatakan, kehadiran Auditorium Randi-Yusuf menjadi sebuah tanda semangat di KPK di bawah pimpinan baru nanti.

“Kami berharap kemudian bahwa ini menjadi tanda semangat di KPK dengan pimpinan yang baru di bawah Bapak Firli (ketua KPK terpilih, Firli Bahuri) itu ada tanda bahwa perjuangan KPK di periode sebelumnya telah memakan korban,” ucap Imam.

Menurut dia, apa yang telah dilakukan Randi dan Yusuf adalah memperjuangkan agar KPK tetap kuat. “Jangan sampai semangat itu hilang pada periode berikutnya. Kami berharap semangat itu jangan hilang di periode berikut,” kata Imam.

Dalam kesempatan sama, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid menyatakan, Randi dan Yusuf adalah pahlawan muda pembela reformasi. Dia menganggap peresmian ruangan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan anak-anak muda itu.

“Buat saya sebagai aktivis gerakan mahasiswa di era reformasi Randi, Yusuf, sampai dengan Akbar (Alamsyah) itu adalah pahlawan muda pembela reformasi, kenapa? Karena mereka ini bukan sekadar menyampaikan ekspresi atau pendapat tetapi membela esensi-esensi agenda reformasi itu,” ucap Usman.

Selain meresmikan Auditorium Randi-Yusuf, KPK juga meresmikan lima ruangan lainnya yang berada di lantai 2 Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK. Lima ruangan itu adalah ruangan Randi, ruangan Yusuf, ruangan Maulana Suryadi, ruangan Akbar Alamsyah, dan ruangan Bagus Putra Mahendra.

Dua mahasiswa asal Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19), meninggal dunia saat unjuk rasa menolak revisi RUU KUHP dan UU KPK di gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019). Sementara Maulana, Akbar, dan Bagus juga meninggal dunia saat berunjuk rasa menolak revisi RUU KUHP dan UU KPK di Jakarta.


Editor : Ahmad Islamy Jamil