Beras Premium Tetap Tersedia, Stok di Pasar Tradisional Memadai
JAKARTA, iNews.id - Stok beras premium di ritel modern yang dikabarkan mengalami keterbatasan, terutama usai pengungkapan 25 merek beras dengan klaim fortifikasi yang bermasalah. Ini ditengarai merupakan upaya oknum mafia dalam memanfaatkan situasi guna mendokrak harga.
Faktanya dalam hasil pemantauan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta beberapa waktu lalu, ditemukan harga beras premium yang masih tergolong wajar di tingkat distributor atau grosir. Harganya sekitar Rp14.200 per kilogram (kg), sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) maksimal di Rp14.900 per kg untuk Zona I.
"Ini masalahnya banyak oknum-oknum nih atau istilah kata Pak Mentan/Kepala Bapanas, mafia yang memanfaatkan kondisi saat ini untuk menaikkan harga," ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan dalam suatu petikan wawancara dikutip di Jakarta pada Rabu (30/9/2026).
"Jadi terkait terbatasnya stok di ritel modern, itu adalah sebagai efek mungkin yang produsen-produsen yang kemarin menyalurkan beras fortifikasi ke ritel modern. (Mereka) itu kan tidak boleh lagi memproduksikan beras fortifikasi dikarenakan banyak bermasalah. Artinya apa yang disampaikan di label itu tidak sesuai dengan isi kandungan," jelas Hermawan.
Kendati demikian, Bapanas meyakini kondisi stok dan harga beras di berbagai pasar tradisional masih memadai. Memang sedikit kontras terhadap kondisi di ritel modern karena salah satunya hambatan adalah akibat margin yang tipis apabila produsen memasok ke ritel modern.