Bertemu Megawati, Pimpinan MPR Bahas Rekomendasi Periode Sebelumnya tentang Amandemen

Aditya Pratama ยท Kamis, 10 Oktober 2019 - 23:22 WIB
Bertemu Megawati, Pimpinan MPR Bahas Rekomendasi Periode Sebelumnya tentang Amandemen

Pimpinan MPR mengunjungi Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri, di kediamannya Jalan Teuku Umar, Jakarta, Kamis (10/10/19). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Pimpinan MPR mengunjungi para tokoh yang pernah memimpin Indonesia. Salah satunya, Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri, di kediamannya Jalan Teuku Umar, Jakarta, Kamis (10/10/19).

Ketua MPR, Bambang Soesatyo mengatakan, kunjungan ke rumah Megawati untuk silaturahmi sekaligus mengantarkan undangan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 pada 20 Oktober di MPR. Dalam pertemuan itu sempat berdiskusi tentang kebangsaan dan kenegaraan.

"Ibu Mega akan meluangkan waktu untuk hadir. Sebagai Presiden Mandataris MPR terakhir dimasa transisi reformasi serta pelaksana konstitusi pertama hasil amandemen keempat yang sampai saat ini memimpin partai politik terbesar di Indonesia, sepak terjang dan integritas kenegarawanan Ibu Mega tak perlu diragukan," ujar Bambang usai bertemu Megawati Soekarnoputri, di rumahnya, Jakarta, Kamis (10/10/19).

Dia menuturkan, umur konstitusi di Indonesia telah memasuki usia 17 tahun sejak amandemen keempat atau terakhir 2002. MPR akan membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan pandangan dan aspirasinya terkait rekomendasi amandemen terbatas dari MPR periode 2014-2019.

“Apakah nanti perlu disempurnakan secara terbatas atau tidak, sangat tergantung pada keinginan rakyat. Yang pasti kami akan sangat cermat dan hati-hati,” ucapnya.

 

Pimpinan MPR mengunjungi Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri, di kediamannya Jalan Teuku Umar, Jakarta, Kamis (10/10/19). (Foto: Istimewa).

Politikus Partai Golkar yang biasa disapa Bamsoet ini memastikan, blueprint diperlukan agar setiap presiden punya pegangan arah pembangunan tanpa menghilangkan sisi sistem presidensial yang dianut Indonesia. Atas pertimbangan itu, kata dia amandemen terbatas tidak akan menyentuh sistem pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat.

"Jangan sampai karena tidak ada blueprint, pembangunan yang dilakukan oleh satu masa pemerintahan presiden tertentu tidak dilanjutkan di masa pemerintahan presiden selanjutnya," katanya.

Usai bertemu Megawati Soekarnoputri, Bamsoet bersama unsur pimpinan MPR akan menemui Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka juga akan bertemu Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno serta Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin.

"Dengan memperkuat silaturahim, MPR RI ingin memperkuat kebangsaan, memperkecil jurang perbedaan, sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI yang kita cintai," katanya.

Dalam kunjungan itu Bamsoet didampingi para Para Wakil Ketua MPR, yaitu Ahmad Basarah dari Fraksi PDI, Ahmad Muzani dari Fraksi Gerindra, Jazilul Fuwaid dari Fraksi PKB dan Syarief Hasan dari Fraksi Demokrat. Kemudian, Hidayat Nur Wahid dari raksi PKS, Zulkifli Hasan dari Fraksi PAN, Arsul Sani dari Fraksi PPP serta Fadel Muhammad dari Kelompok DPD.


Editor : Kurnia Illahi