Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Investigasi Makalah MBG Catut Nama Prabowo untuk Nobel Perdamaian
Advertisement . Scroll to see content

BGN Tak Main-Main soal Kasus Keracunan MBG, bakal Libatkan Polisi jika Ada Sabotase

Rabu, 05 Agustus 2026 - 23:37:00 WIB
BGN Tak Main-Main soal Kasus Keracunan MBG, bakal Libatkan Polisi jika Ada Sabotase
Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

Hal itu dikarenakan kasus tersebut berkaitan dengan nyawa, keamanan dan kondisi kesehatan banyak orang khususnya anak-anak. 

“Ini zero tolerance sama keracunan, kita lagi cari, maksudnya so far sih sudah menurun, cuman kita ingin nol, bggak boleh lagi ada. Jadi bukan kok kemudian menurun kita berpuas hati, enggak. Target saya adalah gimana caranya, apapun caranya, bagaimana caranya itu kemudian nol case keracunannya,” jelas Sudaryono.

Menurutnya, ada beberapa penyebab secara umum dari kasus keracunan yang terjadi seperti SOP yang tidak dipatuhi oleh SPPG khususnya dari segi jam memasak makanan yang terlalu jauh dari waktu pembagian hingga makanan tersebut basi. 

“Kami melihat beberapa sebab, ini kita ngomong lebih umum ada yang misalnya SOP-nya dia masaknya kecepatan,” lanjut dia.

Maka dari itu, BGN tengah merumuskan rancangan guna mencegah kasus keracunan MBG kembali terjadi. Apalagi, kata dia, kerancuan tersebut tidak hanya berpotensi dialami oleh siswa namun juga dialami oleh keluarga dari para siswa. 

Kondisi itu bisa saja terjadi manakala MBG yang dibagikan kepada siswa ternyata tidak dimakan di sekolah, melainkan dibawa ke rumah untuk dimakan bersama keluarga. Hal itu juga berpotensi meskipun dapur MBG telah menerapkan SOP jam masak yang benar.

“Termasuk mohon maaf, ada satu case keracunan itu karena makanannya dibawa pulang. Jadi misalnya dia sudah benar semua dapurnya kemudian sudah diberikan ke siswanya di waktu yang masih sesuai. Tapi kemudian dia bungkus, dibawa pulang, dan dikonsumsi bersama keluarga yang lain. Sehingga yang keracunan bukan hanya siswanya, tapi termasuk anggota keluarga yang mengonsumsi makanan itu,” ujar Sudaryono.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut