BI bakal Perluas QRIS Antarnegara, Timor Leste dan Hong Kong Segera Terhubung
JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) akan memperluas konektivitas QRIS Antarnegara ke Timor-Leste hingga Hong Kong. Implementasi QRIS Antarnegara dengan Timor Leste ditargetkan mulai 2027 setelah melalui proses sandboxing tahun ini.
Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman menjelaskan, perluasan QRIS Antarnegara menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan konektivitas ekonomi dan keuangan digital antarnegara. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mendukung mobilitas wisatawan mancanegara.
"Pertama perluasan QRIS Antarnegara. Selain enam negara yang sudah saya sampaikan, ada dua lagi yang sudah selesai tanda tangan kemarin, yaitu dengan Timor Leste dan segera dengan Hong Kong Monetary Authority," ucap Aida dalam acara FEKDI x IFSE di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Aida menambahkan, BI telah menyelesaikan penandatanganan kerja sama dengan Timor Leste. Sementara itu, kerja sama dengan Hong Kong Monetary Authority segera dilakukan.
Dengan tambahan dua mitra tersebut, QRIS Antarnegara nantinya mencakup delapan negara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, China, Timor-Leste, dan Hong Kong.
Khusus Timor Leste, Aida mengatakan implementasinya akan memasuki tahap sandboxing pada tahun ini. Setelah proses tersebut selesai, QRIS Antarnegara dengan Timor Leste ditargetkan dapat diluncurkan pada 2027.
"Nanti kita akan melakukan sandboxing tahun ini dan tahun depan akan di-launching. Itu dengan Timor Leste," tuturnya.
Perluasan QRIS Antarnegara dinilai penting seiring meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan BI, jumlah kunjungan wisman meningkat dari 11,68 juta pada 2023 menjadi 13,9 juta pada 2024 dan mencapai 15,39 juta pada 2025.
Namun, kenaikan jumlah kunjungan tersebut belum diikuti peningkatan rata-rata pengeluaran wisatawan. Tourist spending tercatat sekitar 1.374 dolar AS per orang pada 2023, naik menjadi 1.392 dolar AS pada 2024, tetapi turun menjadi 1.267 dolar AS pada 2025.
BI melihat perluasan pembayaran digital lintas negara sebagai salah satu peluang untuk mendorong aktivitas ekonomi wisatawan selama berada di Indonesia. Hingga Agustus 2026, transaksi inbound QRIS Antarnegara telah mencapai sekitar Rp4,6 triliun.
Saat ini, cakupan QRIS Antarnegara disebut baru menjangkau sekitar 39,77 persen wisman. Sementara itu, sekitar 60,23 persen lainnya berasal dari negara yang belum terhubung dengan sistem pembayaran tersebut.
Dengan bertambahnya negara mitra, termasuk Timor-Leste dan Hong Kong, BI berharap konektivitas pembayaran antarnegara semakin luas. Perluasan tersebut diharapkan memberikan kemudahan bagi wisatawan sekaligus mendorong transaksi ekonomi dan penerimaan devisa dari sektor pariwisata.
Editor: Aditya Pratama