Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rosan Lapor Prabowo, Realisasi Investasi RI Tembus Rp1.539 Triliun dan Serap 2,19 Juta Tenaga Kerja
Advertisement . Scroll to see content

BI Siapkan Intervensi Jaga Rupiah, Inflasi Pangan Jadi Perhatian

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:40:00 WIB
BI Siapkan Intervensi Jaga Rupiah, Inflasi Pangan Jadi Perhatian
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kedua dari kiri). (Foto: BPMI Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

Selain inflasi, rapat tersebut membahas perkembangan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Destry menyebut, suku bunga global yang bertahan tinggi lebih lama atau higher for longer, serta inflasi di sejumlah negara maju yang masih berada di atas target, menjadi tantangan bagi mata uang negara berkembang.

Meski demikian, Destry mengatakan rupiah relatif stabil dalam dua hari terakhir, meskipun terjadi sedikit perlambatan. Kondisi tersebut, menurut dia, juga dialami sejumlah negara di kelompok emerging market.

"Tapi so far, 2 hari ini rupiah bisa kami jaga stabilitasnya sehingga terjadi memang pelambatan, sedikit pelambatan dan itu juga sesuai dengan beberapa negara di emerging market. Intinya Bank Indonesia akan selalu tetap berjaga di pasar," ujarnya.

Dia menegaskan, BI akan terus memantau pergerakan nilai tukar dan mengoptimalkan berbagai instrumen yang tersedia untuk menjaga stabilitas rupiah. Langkah tersebut meliputi intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta Non-Deliverable Forward (NDF).

BI juga memberikan insentif biaya lindung nilai atau hedging untuk mendukung aliran modal masuk. Menurut Destry, insentif yang diberikan sejak akhir Juni tersebut telah menghasilkan aliran dana masuk melalui instrumen swap dan DNDF senilai sekitar 8 miliar hingga 9 miliar dolar AS.

"Kami diminta juga oleh Bapak Presiden untuk terus melihat, upayakan kebijakan-kebijakan yang kami miliki apakah itu bentuknya intervensi di spot DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) dan NDF (Non-Deliverable Forward) ataupun juga dalam bentuk insentif biaya hedging yang juga sudah kami berikan sejak akhir bulan Juni yang lalu dan hingga saat ini sudah bisa mendatangkan inflow baik dalam bentuk efek swap ataupun dalam bentuk DNDF senilai sekitar 8 miliar sampai 9 miliar dolar AS," kata dia.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut