Biografi Sutan Syahrir, Si Kancil yang Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia
Sutan Syahrir menjalani pendidikan di AMS menjadi siswa terbaik. Dia gemar membaca buku terbitan Eropa dan mengikuti klub kesenian dan debat.
Setelah menamatkan pendidikan di AMS, Syahrir melanjutkan kuliahnya di Belanda yaitu Universitas Amsterdam. Di Belanda, Syahrir bekerja di Sekretariat Federasi Buruh Transportasi Internasional.
Pada 1931, Sutan Syahrir memutuskan untuk berhenti kuliah dan kembali ke Indonesia untuk terlibat pergerakan nasional guna mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
Sutan Syahrir mendirikan sekolah bernama Tjahja Volksuniversiteit (Cahaya Universitas Rakyat) yang ditujukan bagi anak-anak buta huruf dari keluarga kurang mampu. Pada 20 Februari 1927, Sutan Syahrir menggagas berdirinya Jong Indonesie (himpunan pemuda nasionalis) yang kemudian berubah nama menjadi Pemuda Indonesia.
Pemuda Indonesia kemudian menjadi penggerak Kongres Pemuda Indonesia yang selanjutnya melahirkan Sumpah Pemuda pada 1928.