BMKG: Gempa NTT M7,7 Bukti Pentingnya Sistem Peringatan Dini, Mitigasi Diperkuat
Faisal menilai Gempa NTT M7,7 memberikan banyak pembelajaran penting sekaligus menunjukkan keandalan sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (INATEWS) dalam mendukung keselamatan masyarakat.
“Dalam waktu 2 menit 16 detik setelah terjadinya Gempa Flores, BMKG telah berhasil menyebarluaskan peringatan dini terkait potensi tsunami kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Selain penyebaran peringatan dini tsunami, BMKG juga memanfaatkan informasi shakemap berbasis dampak untuk membantu mengidentifikasi wilayah terdampak, menentukan prioritas respons, serta mendukung perlindungan aset dan infrastruktur kritis nasional secara lebih cepat dan tepat.
Menurut Faisal, penguatan INATEWS dan layanan informasi gempa berbasis dampak akan terus menjadi bagian penting dalam mendukung mitigasi risiko bencana, ketahanan infrastruktur, dan pembangunan nasional yang berkelanjutan dengan prinsip early warning must lead to early action.
Dia menambahkan, risiko bencana tidak berhenti pada guncangan utama, tetapi juga dapat memicu berbagai bahaya sekunder seperti tsunami, longsor, maupun likuifaksi. Dalam konteks tersebut, informasi cepat yang dihasilkan BMKG menjadi petunjuk awal dalam mengidentifikasi potensi dampak lanjutan yang mungkin terjadi.