BMKG Minta Waspada Rentetan Gempa yang Terjadi Hari Ini

Irfan Maruf ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 17:28 WIB
BMKG Minta Waspada Rentetan Gempa yang Terjadi Hari Ini

Ilustrasi, gempa bumi. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Masyarakat diminta mewaspadai rentetan gempa bumi yang terjadi sepanjang Selasa (7/7/2020) dengan magnitudo di atas M5,0. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, ada potensi terjadi gempa besar.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, dalam ilmu gempa atau seismologi, terutama pada teori tipe gempa, ada tipe gempa besar yang kejadiannya diawali dengan gempa pendahuluan atau gempa pembuka.

"Hal ini sulit diprediksi, tetapi dengan adanya rentetan aktivitas gempa ini tentu patut kita harus mewaspadai," ujar Daryono di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Dia menuturkan, setiap gempa besar hampir dipastikan didahului dengan rentetan aktivitas gempa pembuka. Tetapi rentetan gempa yang terjadi di suatu wilayah belum tentu berakhir dengan munculnya gempa besar.

"Inilah karakteristik ilmu gempa yang memiliki ketidakpastian (uncertainty) yang tinggi yang penting juga untuk kita pahami," ucapnya.

Menurutnya, yang terjadi di beberapa wilayah gempa tersebut merupakan manifestasi pelepasan medan tegangan pada sumber gempa masing-masing.

Dia menjelaskan, masing-masing sumber gempa mengalami akumulasi medan tegangan sendiri-sendiri, mencapai stres maksimum sendiri-sendiri, hingga selanjutnya mengalami rilis energi sebagai gempa juga sendiri sendiri.

Gempa Banten selatan dan di selatan Garut, kata dia bersumber dari sumber gempa yang berbeda. Gempa Banten selatan terjadi akibat deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia di Zona Benioff di kedalaman 87 kilometer, sementara Gempa di selatan Garut dipicu oleh adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia di Zona Megathrust.

Dia menyampaikan, gempa yang terjadi secara beruntun hari ini tidak memiliki kaitan dengan gempa yang terjadi sebelumnya, baik gempa Laut Jawa di utara Jepara berkekuatan M6,1 yang terjadi pagi dinihari pukul pukul 05.54.44 WIB.

Selain itu, lanjut dia juga tidak terkait dengan gempa di selatan Banten M5,1 pukul 11.44.14 WIB, gempa di selatan Garut M 5,0 pukul 12.17.51 WIB, dan gempa di selatan Selat Sunda M 5,2 pada 13.16.22 WIB, katena berada pada sumber gempa yang berbeda, kedalaman yang berbeda, dan juga berbeda mekanismenya, demikian Daryono.

"Ini konsekuensi logis daerah dengan sumber gempa sangat aktif dan kompleks. Kita memang memiliki banyak sumber gempa sehingga jika terjadi gempa di tempat yang relatif berdekatan lokasinya dan terjadi dalam waktunya yang relatif berdekatan maka itu hanya kebetulan saja," katanya.

Editor : Kurnia Illahi